Dear para pendoa yang sering kecewa,
Seberapa sering kamu putus asa ketika harapanmu belum juga dikabulkan oleh Yang Maha Punya?
Seberapa sering kamu merasa doamu bagaikan ujaran-ujaran yang hanya terbawa ke udara? Just doesn’t work until this point of time? Sampai pada akhirnya kesel, give up dan berkata:
“Ah.. Allah gak kabulin-kabulin. Males gue do’a lagi! Buang-buang waktu!”

Nah.. There must be something wrong! Coba deh kita evaluasi lagi doanya.
Kemungkinan besar ada yang salah. Bukan di ‘kuantitas permintaanmu’ yang terlalu banyak, atau bukan melulu tentang ‘kuantitas dosa’ yang seringkali bikin gak pede berdo’a. Terus, apa dong? Kesalahan itu bisa ada di caranya. Ibarat kamu mau ngirim surat, kalau kita gak ngikutin tata caranya untuk tempelin perangko di permukaan surat, surat itu gak akan pernah sampai pada penerimanya. Untuk itu, ada beberapa cara berdoa yang benar dalam Al Quran:

BERSUARA LEMBUT dan PELAN-PELAN

Dalam Al Quran, ada seorang Nabi yang cara berdoanya Allah abadikan di awal surah Maryam. Kamu tahu siapa?

YEP. It is Zakaria, dan ada di ayat 3 surah ke-19 ini. Coba kita perhatikan dan lihat lebih dalam lagi.. Betapa Allah menjadikan cara beliau dalam berdoa sebagai pelajaran bagi kita yang membacanya:

(yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

Maryam: 3

Lemah lembut dan pelan-pelan. Dengan kata lain, ‘bersuara lirih’ dan gak terburu-buru. Makna خفي itu hilang, lenyap, tak nampak, tersembunyi, dirahasiakan. Itu cara Nabi Zakaria berdoa… #Ya Allah melting bangettttt… :((

Datang dengan RENDAH HATI

Tanpa disadari, terkadang kita datang ke Allah, menjeberkan list kemauan dan memintanya dengan angkuh. Nah itu jelas salah. Jangankan Allah, kita datang ke manusia aja (misal mau minjam uang) terus ngomongnya dengan nada sombong, yaah jangankan dipenuhin, telpon aja mungkin udah langsung dimatiin. Nah ini kan kita yang butuh Allah, logikanya agar permintaan bisa dipenuhi, kita mendekat dan merendahkan diri kan?

Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
… Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.

Al-A’raf: 55-56

DI 1/3 MALAM TERAKHIR dan MEMENUHI PERINTAH ALLAH.

Doa di tengah malam itu lebih cepat untuk dikabulkan, ibarat WIFI, itu lagi kenceng-kencengnya speed internet, karena gak banyak yang pakai jaringan. Kebanyakan manusia masih tertidur pulas atau mungkin pada sibuk di Club-Club :D.

Daaan yang lebih bagus lagi, kalau kita berdo’a di malam-malam Ramadhan karena Allah berfirman:

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka [jawablah], bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi [segala perintah] Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Al-Baqarah: 186

Kalau kamu notice ayat sebelum dan sesudahnya itu lagi ngomongin puasa Ramadhan. Ayat itu persis keselip. Jadi kalau kata ustadz tafsir, bisa disimpulkan berdoa yang bagus itu juga saat malam-malam Ramadhan.

#Ehiyaaa tapi bukan berarti berdoanya di malam Ramadhan aja ya. Kapan waktu juga bisa, abis sholat juga bisa (karena malam aja kan kita ‘jarang’ bangun. Tar kalau do’anya malam doang, jadinya ga doa doa lagi.. 😀 ) Dan juga jangan nungguin Ramadhan tiba aja baru berdoa, karena itu adanya setahun sekali. Masa kita berdoa setahun sekali?
Ini cuma informasi aja kalau ideal caranya begitu. 😀

Selain itu karena kita yang butuh, seharusnya melaksanakan apa yang diperintahin Allah. Ibaratnya, kita mau minta uang jajan ke ibu kita, tapi saat disuruh ke warung dulu sebentar untuk membeli sesuatu kita gak mau, ya pasti ibu kita juga males banget ngasihnya. Singkatnya, kita perlu ngebaik-in Allah dengan menjalankan apa yang DIA perintahkan. Gak muluk-muluk dengan yang sunnah, yang WAJIB aja dulu. Seems fair kan?

SABAR dan GAK SUUDZON DULUAN

Balik lagi ke Nabi Zakaria. Selain adab beliau yang tinggi (berdoa dengan suara lembut dan pelan), beliau juga gak pernah BERBURUK SANGKA kalau doanya bakalan sia sia.

.. Dan aku ‘belum pernah’ kecewa dalam berdo’a kepadamu.

Maryam:4

Daan perlu kita tahu kalau beliau bicara kaya gitu ketika beliau ada di usia senja.. Kebayang kaaann betapa sabarnya beliau dalam berdoa? ;'(

Lalu.. bagimanakah dengan kita? Udah masih muda, terus doanya ga ikhlas, buru buru, cuma sekali, gak exclusive saat malam (doa pas maunya doang), dan suudzon lagii sama Allah.. Hellooo??? Adab itu penting dalam Islam. Udah minta gratis, kasar, mau cepet pula!! Aduuhhh malu jadinyaa..🤦🏼‍ #self-reminder.

So, nextnya yuk kita terapin cara berdoa yang ada dalam Al Quran, terutama dari sosok Nabi Zakaria. Kalau gak PD karena banyak dosa, yaa istighfar tasbih tahmid dulu deeh, puji-puji Allah (ibaratnya dibaik-baikin dulu), baru panjatin do’a. Yang terpenting adalah setelah baca artikel ini, kita langsung praktekin, berdoa dengan cara yang lebih santun. Terus jangan lupa untuk senantiasa diulang-ulang, jangan sekali aja. Tunjukkan kalau kita sungguh-sungguh dengan doa itu. Believe me!! Apapun hasil do’anya nanti, itu udah pasti, 100% yang terbaik dari Allah.

Allahu yubaarik fiiik…

-dari yang sering ga sabar berdoa-

close

Mau dapet Quranic Reflection langsung dari Penulis ke Emailmu?

Yuk Gabung! 😎

Udah ada 350+ Milenial seluruh Indonesia + Malaysia nih yang gabung! Masa iya kamu rela gak ikutan!

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

Next Post

KAMU ITU 'DEFAULT'NYA UDAH RUGI!

Thu Oct 10 , 2019
Pada dasarnya, apa yang manusia kerjakan baik itu bisnis, pekerjaan domestik, pendidikan, usaha/brand yang udah dibangun bertahun-tahun, jabatan, dll itu Useless, a.k.a gak bawa manfaat. […]