Ibadah apa yang paling basic tapi males dilakuin orang-orang?

Ringan, singkat, bentaran, tapi berat dilakuin banyak orang?

Ibadah apa yang selalu manggil kita dengan 5x ajakan “Kemenangan” setiap hari, tapi tetep aja kita gak tertarik buat menang?

Betul! Prayer!
Something that we do in a regular basis.. either with love, with force, willingly, or unwillingly.

Something that sometimes.. people are busy questioning,

“What do I gain from even bothering myself to do it 5 times a day?”

Di zaman sibuk menjadi gaya hidup, dan cuan menjadi sesuatu yang gak pernah cukup..
Di zaman cahaya spiritual sering redup dan susaaah banget buat khusyuuu karena deretan kerjaan di benak selalu menutup,
kadang hal itu tanpa sadar bikin kita jadi salah kejar. Salah prioritas. Kadang hal itu bikin kita ngegeser something that has been very very essence. Bikin kita ngelupain tujuan “ada dan terciptanya kita” di dunia ini.

Coba deh sekarang kita bareng-bareng flashback ke masa lalu, di mana Nabi Muhammad ﷺ nerima perintah shalat yang awalnya 50 WAKTU.

I mean.. imagine.. Prayer was originally commanded to us 50 times a day! Kalo aja seandainya itu terjadi… kalo aja nabi Musa alaihissalam gak nyaranin Nabi Muhammad ﷺ buat nawar ke Allah.. kalo aja Allah engga Maha Pemurah + Maha Penyayang… kurang lebih kita harus shalat SETIAP 20 MENIT SEKALI!! Ya Rabb… Kita hampir gak punya waktu buat yang lain, selain buat shalat doang.

So kalo kayak gini, bukankah tandanya shalat sepenting itu? Sevital itu? Dengan 50 waktu, kita jadi ngerti kalau Allah hampir pengen hidup kita diisi shalat doang. Our life is meant for it. Seberat itu BOBOT SHALAT dalam hidup kita.

Tapi dengan ke-Maha Pemurah-an ini, kita sering terlalaikan. Pengurangan malah membuat kita melupakan Sang Maha Pemurah. Kita tertipu. Dari bermulanya 50 waktu, kita jadi lupa bahwa mengingat Allah harus sesering awal waktu itu.. Konstan dan gak pernah ada abisnya. Seakan-akan 50 waktu. Dalam keadaan ibadah ataupun sesibuknya kita di luar sana, we often forget that remembrance of God has no end.

Emang kenapa sih inget Allah harus sesering itu?

Karena kita sendiri adalah “makhluk pelupa”.. Diingetin aja masih ngelupain. Gimana gak diingetin? Seminimalnya sekarang, dengan yang menjadi sesingkat 5 waktu. Itu aja udah jadi reminder paling minimal. Jumlah ALARM paliiiing sedikiiitt. Diperuntukkan biar kita selalu curhat ke Allah atas setiap masalah yang menghampiri, biar kita bisa selalu melisankan bala bantuan apapun yang kita butuhkan, biar kita bisa selalu meminta perlindungan atas bahaya-bahaya yang kita gak tahu bakal menimpa kita.. dan juga biar kita selalu inget.. bahwa “waktu kepulangan kita” terus mendekat.. Lambat laun, kita akan dijemput malaikat maut…

Tapi lagi lagi…
Shalat yang teringankan atas besar-Nya Cinta dan Kasih Sayang Allah has always been taken for granted.💔

Banyak di antara mereka pikir sholat itu kegiatan sia-sia yang ngasih efek apa-apa. Ga ada timbal balik materialis yang didapet langsung. Mereka pikir sholat itu sejenis hidangan yang bisa kita pilih-pilih sesuka hati mereka; mana yang kita mau ambil. Ga diambil pun, ga ada rasa-rasa bersalahnya. Mereka pikir kerjaan, nafsu, target, ambisi, semualah yang nomor satu. Sebaliknya, mereka berkutat di sesuatu yang gak pernah Allah suruh. 🥀 Mereka ngerasa shalat ga sepenting kerjaannya, tak sedarurat meetingnya, tak sevital deadlinenya, tak seserius tugasnya, dsb. 🥀 Ya Raabbb… andai kita semua tahu ini.. 🥀

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Kalau shalat udah sepenting ini, jangan lagi tinggalin shalat di sisa umur hidup kita. 💔 Emang sih ada waktu di mana masa lalu, situasi, trauma dan dosa, bikin kita merasa gak worth it buat ngejalin hubungan dengan Allah, tapi percaya deh.. even if we have broken thousand promises, even when the pain is too much to bear, no matter how big the storms we are facing, how bad we mess up, how painful life becomes, pintu memperbaiki diri dan merapikan shalat selalu dan selalu terbuka buat kita..

Selagi nafas masih dikandung badan..
Gak ada kata terlambat buat ngebenerin shalat.

Remember!

Prayer is a connection between the lover and the beloved.

It is is our lifetime dating with The Most Loving Creator.

So, do it with love!

close

Mau dapet Personalized Quranic Reflection langsung dari penulis ke Emailmu?

Yuk Gabung! 😎

Udah ada 1000+ Milenial Indonesia + Malaysia nih yang gabung! Masa iya kamu rela gak ikutan!

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Klarifikasi ini Bikin Nabi Musa Paham..

Sun Jul 17 , 2022
Selama ini sering gak sih kamu denger stereotype publik, “Ah cowo kan Flat. Gak ekspresif!” ? Dan jeleknya, kalo mereka bikin salah, kadang males minta […]