Pernah ngga sih kamu ngerasain..
momen di mana suatu malam sebelum tidur,
kamu menatap langit-langit rumah..
berbaring.. bersedekap..
dan seketika pikiranmu melayang-layang,
terbawa pada suatu andaian:

“Bagaimana jika tepat pada malam ini, buku catatan amal sekaligus pintu taubatku sedang dikunci rapat-rapat?
Yang artinya, masa berbekalku telah habis..
perjalananku bermain-main dalam keindahan dunia ini telah berujung..
dan dalam beberapa saat lagi,
jiwaku segera dijemput pulang?”

Jika pulang dalam keadaan baik, tentu takkan pernah jadi masalah. Kamupun gak perlu cemas.

Tapi gimana jadinya jika semua perasaan ini berkecamuk tepat di malam saat kamu berada di puncak-puncaknya bersalah? Nyawamu dicabut tepat di saat kamu sedang gemar-gemarnya menumpuk dosa? Apakah itu pertanda kehidupan akhiratmu baik?

Aku takut..

Aku takut jika Allah tidak ridha kepadaku.

Bagaimana jika Dia menanyakan semua yang telah diamanahkan pada diriku; lisanku, mataku, telingaku, tanganku, jari-jariku, kakiku, hatiku, akal sehatku.. Apakah semua pinjaman ini telah dijaga dan digunakan sebaik mungkin? Ataukah sepanjang peminjaman ini, malah dirusak dengan hal-hal yang merusak diriku sendiri?

Dan di saat merasa sehancur ini,
Ku temukan sebuah kesejukan,
nasihat yang sungguh meneduhkan
langsung dari Allah,
di buku penuh cinta-Nya:

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman?
Dan Allah itu Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. 

An-Nisa: 147

Astagfirullah Astagfirullah ๐Ÿ˜ญ
What a heart-warming ayah!!!

Rasa-rasanya baca Qur’an udah dari kecil, ๐Ÿ’” tapi kok baru kali ini yaa nemuin ayat yang kayak gini???

Lihat deh ayatnya..
Struktur ayatnya seakan seperti seorang guru yang berkata: “Ngapain ibu harus ngehukum kamu kalau kamu ngerjain PR? ๐Ÿ˜Š ” –> Yang berarti, selama kita melaksanakan apa yang guru itu perintahin, we’ll be just fine. Kita mungkin di sekolah kadang lari-larian keluar kelas, ngobrol saat pelajaran, sesekali pernah bandel, tapi selagi berburu minta maaf, lalu mengerjakan tugas, PR, dan ujian, we’ll be alright..

๐Ÿ˜ญ and the same thing goes on Allah.
Ternyata Allah ga pengen kita terlumpuhkan oleh rasa cemas yang berlebihan akan masa lalu, takut yang gak karuan pada Allah tanpa ada alasan yang jelas. Selagi kita bersyukur (atas nikmat yang setiap detiknya bercucuran) dan beriman, insyaAllah kita akan baik-baik aja. Dan tentunya bersyukur ini bukanlah hal yang mudah. Karena para nabi juga selalu memohon bantuan Allah agar dijadikan orang yang bersyukur;

  • Nabi Sulaiman saat mendengar semut โ€œYa Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku..” (27: 19)
  • Nabi Muhammad ๏ทบ pada setiap akhir shalatnya, ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูู†ูู‘ู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐููƒู’ุฑููƒูŽ ูˆูŽุดููƒู’ุฑููƒูŽ ูˆูŽุญูุณู’ู†ู ุนูุจูŽุงุฏูŽุชููƒูŽ “Ya Allah, tolonglah aku agar selalu mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Muโ€ (HR. Abu Daud dan Ahmad)
  • “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku…” (46: 15)
  • atau ajaran Luqman pada anaknya, “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri…” (31:12)

Walau bersyukur itu sulit –karena pada dasarnya kebanyakan manusia juga gak bersyukur– ini adalah hal yang kita semua bisa perjuangin!! Jadi di sisi lain, ayat ini sebenernya ngasih motivasi kita buat terus bersyukur biar Allah ridha dan kelak kehidupan kita di akhirat jadi jauh jauh lebih baik.

Dan percayalah..
Allah hanya akan menghukum manusia karena dosa-dosa yang mereka perbuat sendiri. Mereka yang berbuat onar, kerusakan, membunuh orang, berbuat zalim di dunia, dsb. Hukuman ini hanyalah bentuk Keadilan-Nya.. Baiknya Allah lagi, mereka akan dihukum sepadan. Gak lebih, gak kurang. Gakkan ada seseorang pun yang dizalimi karena perhitungan balasan yang curang. Dan baik baik baik baiknya Allah lagiiiii, kalau kesalahan itu sempat ditobatin, Yang Maha Pemaaf akan memaafkan. ๐Ÿคง MasyaAllah

Dan di akhir ayat tadi, ada kata Asy-Syakuur. Bagi mereka yang berjuang dengan kebaikan, kebersyukuran, keimanan, dan ketaatan, maka usaha mereka will never go to waste. Allah Maha Mensyukuri. Allah akan membalas rasa syukur mereka dengan pahala yang berlimpah ruah.

Maka sekarang.. yuk jadi orang yang bersyukur dan beriman!

Bagi orang yang bersyukur, kesalahan masa lalu akan mendorongnya melejitkan banyak kebaikan, bukan malah terpuruk di kesalahan itu.

Bagi orang yang bersyukur, dosa-dosa masa lalu akan mendorongnya berlari sekencang-kencangnya ke pintu ampunan Allah, merendah di hadapan Allah, menangis dengan tulus dan menasuha-kan tobat-tobatnya.

Bagi orang yang bersyukur, semua ancaman yang tertulis di Al-Qur’an bukan sebuah bentuk ‘menakut-nakuti’. Melainkan bentuk kasih sayang Allah agar kita yang baca hari ini lekas berjalan kembali menuju Allah dengan sebaik-baik perjalanan.

Jadi..
Hal apa yang telah kamu syukuri hari ini?

close

Mau dapet Personalized Quranic Reflection langsung dari penulis ke Emailmu?

Yuk Gabung! ๐Ÿ˜Ž

Udah ada 1000+ Milenial Indonesia + Malaysia nih yang gabung! Masa iya kamu rela gak ikutan!

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Indah Sih, tapi Ayatnya Nyindir Banget!

Sat Dec 4 , 2021
Kalo ngomongin sedekah, biasanya kita relate itu ke “pemberian satu arah”. Pemberian ke orang yang butuh tanpa pernah ngarep nominal-nominal itu bakal balik lagi ke […]