Aku mau ngajak kamu kenalan nih.. Eitsss tapi jangan tanya IG nya! Karena orang ini gakkan bisa kamu temuin di medsos. Orangnya udah meninggal ratusan tahun lalu, hehe. ‘Dia’ ini sosok yang disindir di surah Al Qalam (10-16) dan Al-Mudatsir.. Waduuuuuuh siapa tuh?

Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,
yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,
yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa,
yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya,
 karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak.
Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala”

Al-Qalam: 10-16

Wah ini sih jahatnya gak main-main. Siapa sih orangnya?

Well kalau dari tafsir, ini refer ke dua orang; Al walid bin Al Mughirah dan Abu Jahal bin Hisyam.
Terus jadinya yang mana???
Yaa sama aja sih dua-duanya. Toh mereka berdua juga sohiban.

Tapi kali ini kita fokus ke satu orang dulu yaa.. Al Walid bin Al Mughirah. Selain kenalan dengan karakter antagonis ini, tentunya mau ngajak kamu ngambil hikmah bareng biar enggak punya bibit-bibit kaya dia.

Siapakah gerangan? 

  • Al Walid was the best poets in Arabia. Seorang ahli syair Arab T-E-R-B-A-I-K pada zaman Rasulullah SAW. Paling expert. Gak ada yang lebih jago, berwawasan luas, ngerti tentang dunia persyairan daripada dia.
  • Dia merupakan seseorang yang kekayaannya tuh level SULTAN. Selain berstatus/berkedudukan, anak-anaknya dia tuh jadi banggaan banget. Plus dia punya ‘nama’ juga. Jadi siapapun (masyarakat disitu) yang punya harta banyak, dijulukin nama dia, “Al Walid”.
  • Naah karena dia orang berpengaruh yang terpercaya, komentar dia terhadap Al-Qur’an sangat, sangat ditunggu-tunggu kaum Quraisy. Sebagai orang yang paling paham persyairan, mereka pengen banget dia ngasih komentar jelek tentang apa yang dibawa Nabi Muhammad SAW itu.
    (Jadi ketika nabi mulai berdakwah, saat itu viral banget orang-orang masuk Islam cuma karena ngedenger keindahan Al-Qur’an. Tapi dia sendiri belum denger langsung. Akhirnya dia diminta nyamperin Rasululullah dan ngedengerin itu. Pas ngedengerin Al-Quran, dia langsung terkaget-kaget, SHOCKED. Dia terkesan. Gak pernah nyangka kalau ternyata ada yang bisa lebih baik karyanya dan lebih jago daripada dia!!
  • Saat dia gak kembali-kembali ke kaum Quraisy setelah menghampiri Rasulullah SAW, orang-orang disitu khawatir dan kepikiran, “Oh pasti si Walid masuk islam nih!” Soalnya yang pada masuk Islam, semuanya pure meleleh cuma karena ngedenger keindahan dan luar biasanya Al-Qur’an. Kaya.. Gak terelakkan lagi (keindahannya)!
  • Gak lama, Abu Jahl jadinya nyamperin doi. Di hadapan Abu Jahl, dia ngaku kalau dia belum pernah mendengar sesuatu yang lebih dari indah dari Al-Qur’an seumur hidupnya. Dia ngomong sendiri ke Abu Jahl klo Al-Qur’an ini gak mungkin buatan manusia. Karena Qur’an gak mirip syair sama sekali. (TUH KATA AL WALID YANG EMANG NGERTI SASTRA!!). Menurutnya, bahasa Qur’an, kesempurnaan diksinya, iramanya, tunenya, tata bahasanya, stylenya, semuanya perfect! Semua cabangnya bertaburan di langit sastra. Semua pemuka yang fasih berbahasa Arab PASTI bisa ngerasain dan ngeliat itu.
  • Abu Jahl lantas bertanya, “Apakah Qur’an ini benar-benar dari Allah?” Diapun terdiam, minta waktu buat mikir. Allah sampe quote momen ini di surah Al-Mudatsir. *Ibnu Abbas bilang sampe ada 104 ayat Quran tentang dia. Salah satunya Al Mudatsir ini.

إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan.

Al-Mudatsir: 18
  • Jadi dia tuh sebenernya hampiiiiir masuk Islam, tapi karena pressure kaumnya (yaa namanya juga influencer. Kalau orang sekelas dia -yang paling ngerti sastra- mau ngikut nabi, yang bawah-bawah auto-ngikut juga). Dia juga khawatir kalau jadi pengikut Nabi, ntar kemuliaan, ketenaran dan hartanya jadi ilang. Plus, gakkan ada lagi yang mau nyembah berhala.

Disini kita ngeliat kalau Al Walid cuma pengen ngomong sesuatu yang pasti disukai kaumnya. Which is salah. Seharusnya kita berkata bukan untuk disukai orang lain. Ya kalau yang bener itu, ya harusnya lisannya membenarkan itu. Kalo zaman sekarang orang-orang di medsos kan, “Ah tar kalo gue ngomong gini, nulis caption kaya gini, ngepost story ini, dikata extremist, dikata berlebihan, saklek, fanatik, gak toleran. Tar orang-orang unfoll gue! Tar subscriber gue menurun drastis!” Padahal harusnya, kebenaran ya kebenaran.

  • Karena bingung akhirnya mereka berundinglah tentang pendapat apa yang perlu diumumkan ke publik (yang lagi nunggu-nungguin dia) tentang Al-Qur’an. “Mau ngelabelin apa yaa? Quran itu syair? bukan! Bikinan manusia? Bukan. Muhammad orang gila? Bukan!” Akhirnya dia bilang sesuatu yang membuat dirinya sendiri terjungkal di neraka Saqar. Perkataannya telah Allah abadikan di surah yang sama.

فَقَالَ إِنْ هَـٰذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ ﴿ إِنْ هَـٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ
Lalu dia berkata, “(Al-Qur’an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dulu).
Ini hanyalah perkataan manusia.”

Al-Mudatsir: 24-25

Bahkan di saat kebenaran menyapa, lisannya tak turut membenarkan apa yang dirasa hatinya. Dia membohongi dirinya sendiri. Hanya demi ketenaran dan kemuliaan dunia ada di tangannya. Dia bahkan rela kehilangan sesuatu yang jauh-jauuuuhhh lebih besar daripada itu. Islam dan petunjuk Allah!!!!!! 😭

  • Sebenarnya dia hampir aja masuk Islam kalau nggak didahului kesombongannya, kekufurannya dan taqdirnya.
  • Pas denger hasil press conferencenya, kaum Quraisy langsung seneng bangeettt dan semuanya jadi punya hashtag, auto-manggil Nabi #penyihir.

    Gak lama kemudian, datanglah ketetapan Allah..

Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.
Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?
 Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.
(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.
Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

Al-Mudatsir: 26-30

Allahumma ajjirna minannaar.. Ya rabb jauhkan kami dari neraka Saqar.😖 #Allah kalau murka gak maen-maen.

Kita tahu kalau neraka itu macem-macem. Nah kalau saqar ini nerakanya (tempat) orang-orang yang munafik (yang hati dan lisan gak sejalan) dan yang suka mendustakan. Semoga kita jauh dari sifat itu. Amiiin.

PELAJARAN

Kita bisa belajar tiga hal dari sini:

1. Banyak orang lolos dari ujian kesulitan, tapi gak banyak orang lolos dari ujian kesenangan. Harta dan anak-anak itu ujian yang paaliiing bikin manusia kesandung. Jangan pernah bangga atau mikir kalau harta dan status kita itu puncaknya kemuliaan. Karena semua yang kita punya ‘cuma dititip’ Allah.

Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki…

Ali-Imran: 26

Definisi kemuliaan bagi Walid sebatas punya rumah mewah, hidup enak, image bagus, tenar dan diomongin orang, dipuji-puji, dsb. Padahal kemuliaan itu ketika kita terkenal di langit. 🤧 Ketika para penduduk langit aja yang ngomongin image kita. Bukan followers.

2. Ketika kamu mendengar atau melantunkan Al-Qur’an, INGAT!! Yang kamu dengar itu perkataannya Allah. Siapa sekali lagi? Allah! Selalu perhatiin kata-kata dan kalimatnya yang indah yang telah membuat semua orang yang fasih berbahasa terpana.

3) Kalau yang paling punya ilmu sastra aja kaya Al Walid terpukau-pukau, masa kita yang gak ngerti apa-apa malah ngeraguin Al-Qur’an? Sekarang jurnal ilmiah aja udah semakin accessible. Semakin terkuak kebenaran Qur’an masa demi masa. Segalanya semakin nyata tapi masih ada aja bibit-bibit Al walid. Duh.. pada demen tamasya di Saqar kali ya? Naudzubillah 🤧.

Ya Allah.. kami berlindung pada-Mu dari segala benih kemunafikan, segala kedurhakaan yang akan mengantarkan kami pada pintu-pintu Saqar-Mu. Jauhkan kami dari segala perkataan yang hanya akan mengundang murka-Mu. Jauhkan kami dari sifat kufur atau buta nikmat. Anugerahkanlah kemudahan untuk mensyukuri segala yang telah Engkau beri pada hidup kami. Amin ya rabbal ‘alamin.

close

Mau dapet Personalized Quranic Reflection langsung dari penulis ke Emailmu?

Yuk Gabung! 😎

Udah ada 900+ Milenial Indonesia + Malaysia nih yang gabung! Masa iya kamu rela gak ikutan!

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

2 thoughts on “Sosok Yang Disindir di 104 Ayat Qur’an! #KamuWajibTau

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Do'a Mission Impossible

Sun Jan 31 , 2021
Pernah nggak sih dalam hidup, kamu harus ngejalanin sesuatu yang berat?Ngadepin suatu tugas yang kamu sendiri aja gak yakin bakalan bisa ngelewatin itu?Tugas yang bikin […]