Pernah nggak sih dalam hidup, kamu harus ngejalanin sesuatu yang berat?
Ngadepin suatu tugas yang kamu sendiri aja gak yakin bakalan bisa ngelewatin itu?
Tugas yang bikin siapapun down dan mikir, “Duuh berat banget. Masa iya gue yang jalanin? Gue aja gak bisa ini, gak mampu itu, kalo ngomong begini. Ah udah gak mungkin lah! Gak mungkin!”.
Karena sekalinya mau ngejalanin, film mission impossible langsung menjelma menjadi sangat nyata dalam hidup kamu.

Nah kalau iya, sama nih dengan kisah nabi yang satu ini. Nabi yang eksis di surah-surah Al-Qur’an. Siapa? Yaa siapa lagi kalo bukan nabi Musa.

Emang tugas seberat apa sih? Fir’aun doang kan?
Ye elah!

Weeeettsss sembarangan! Jangan salah dulu nih! Kita review konteksnya bareng-bareng dulu ya biar perspektif kita sama-sama utuh.

Gimana gak mission impossible! Nih ya.. Sebelum jadi nabi, beliau itu sempat jadi ‘buronan’ Mesir. Beliau bener-bener dicari-cari buat dihukum mati karena beliau dah ngebunuh seorang dari pihak Fir’aun –WALAU itu juga bener-bener enggak sengaja. Nah 10 tahun kemudian, setelah kabur sejauh jauhnya… #EH btw, kamu mau tau seberapa jauh melarikan dirinya?

700an KM, man!!!! Ini sih asli jauh banget!
Ini🦶🏼 J-A-L-A-N  K-A-K-I 🦶🏼ya..
Bukan naik gojek 🛵 ataupun digoncengin temen 🏍️.
Pake KAKI!
Apa sekali lagi?
K-A-K-I.

Jadi setelah mencoba menjauh sejauh-jauhnya, eeeeeh 10 tahun kemudian, Allah malah minta beliau nyamperin doi (Fir’aun) yang jelas-jelas masih nyari buat ngebunuh. ⚔️ Naah ngedatengin mereka kan ibarat ‘nyerahin diri’ yakk. Dah gitu, diminta ceramahin Fir’aun lagi. Diminta ngasih tau dia di depan para prajuritnya, “Kamu itu bukan Tuhan! Saya ini diutus dari Tuhan yang sebenar-benarnya. Selama ini kamu cuma menipu bani Israil. Apa yang kamu aku-akui cuma hoax!”

👆🏼OMG!!!! kalau ngomong kaya gitu di depan mukanya, itu kek penghinaan berlapis-lapis ke Fira’un!!! Then, you think it sounds like an easy mission?

Haha Inilah yang kamu sebut mission impossible. 😆 The real mission impossible.

Terus.. Kamu tau apa respon pertama ketika beliau dibebankan misi seberat bukit Tuwa ini?

Beliau berucap..

رَبِّ اشْرَحْ لِى صَدْرِى
Ya Allah, Lapangkanlah dadaku..

Taha: 25

HAHHHH?
Ehh Bentar-bentar. Kok doanya gak make sense ya? Kalau orang yang dikasih tugas berat gini kan normalnya akan minta sarana pendukung. “Saya harus ngadepin kriminal kelas kakap? Oke tapi kasih saya helikopter! Kasih saya prajurit! Kasih saya invisible jacket!

Tapi di sini nabi Musa malah mintanya,  رَبِّ اشْرَحْ لِى صَدْرِى. Bukan uang, bukan kekuasaan. Yang diminta, “Ya Allah.. lapangiiin dadaku (sehingga jiwaku dapat menanggung tantangan beratnya tugasku).. Beri aku kepercayaan diri, bantu aku fokus di misi ini, help me completely relax in running this test.”

Di sini kita jadi belajar bahwa seberat apapun tes, semua kuncinya terletak di kelapangan dada. Karena kalau dadanya lapang, seseorang gakkan terganggu sedih, depresi, gugup, takut, negatif, pesimis. Dia akan jadi tenang dan tentram.

Beliau melanjutkan..

وَيَسِّرْ لِىٓ أَمْرِى
Dan mudahkanlah untukku urusanku..

Taha: 26

We know that Musa has a temper. Misalnya ketika beliau ngeliat kaumnya menyembah anak sapi emas yang dibuat Samiri, beliau marah banget dan sampai-sampai menjambak janggut Harun dan kepalanya (Taha: 94).  Nah disini Nabi Musa minta ke Allah agar segala urusannya dimudahkan, karena ketika seseorang dalam keadaan marah atau emosi, ia jadi gak bisa berpikir jernih. Alhasil nantinya gak bisa ngelakuin misinya dengan benar.

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِى
يَفْقَهُوا۟ قَوْلِى
Dan lepaskanlah kekeluan dari lidahku,
Agar orang-orang dapat memahamiku,

Taha: 27-28

Dengan kata lain, berikanlah kemampuan padaku untuk berbicara atau bertutur kata dengan lancar. Karena kalau gugup, apa yang dibicarakan nanti jadi berantakkan. #FYI, Ketidaklancaran Musa a.s. dalam berbicara terpahat dalam surah Az-Dzukhruf ayat 52:

“Bukankah aku [Fir’aun] lebih baik dari orang [Musa] yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan perkataannya ?”

Dari ayat ini, kita bisa melihat bahwa nabi Musa ingin agar kekurangannya ditutupi. Gak cuma dari bantuan Allah, tapi juga dengan kehadiran saudaranya, Harun a.s.

Dari 4 ayat yang super singkat dan bahkan udah diapal sejak SD ini, kita bisa mengambil beberapa buliran mutiara:

  1. Ketika punya misi yang berat, jangan komplen ke yang ngasih tugas, atau kabur dari kenyataan, hehe. Tapi minta ke Allah agar bahu kita dikuatkan dan dada kita dilapangkan. Karena semua kunci ada di keridhoan dan kelapangan hati.
  2. Allah semata yang paling tau apakah suatu misi ini possible apa impossible buat kamu. Jadii, semuanya terletak di iman. Mau percaya sama Allah dulu ato enggak? Buktinya ini nih kisah nabi Musa.. happy ending kan?
  3. Di sini kita ngeliat bahwa kalo seseorang udah ditolong Allah, kejahatan tersistem sekelas Fir’aun, langsung auto-nothing. Fir’aun prajuritnya segambreng, sedangkan nabi Musa cuma berdua aja sama Harun. Gak sebanding kan? tapi kekuatan Fir’aun jadi gak ada apa-apanya ngelawan seseorang yang sedang bersama Allah. 🙂

Kalau kita..
Kapan terakhir kali, kita merasa bersama Allah?

Mau dapet Quranic Letter secara personal langsung dari penulis ke Emailmu?

Yuk Gabung! 😎

Udah ada 1500+ Milenial Indonesia + Malaysia nih yang gabung! Masa iya kamu rela gak ikutan!

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

3 thoughts on “Do’a Mission Impossible

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Berkah Yang Sering Terbuang

Wed Feb 10 , 2021
Anggaplah saat ini, kamu seorang pegawai negeri yang sedang berada di bandara. Ya sebut aja Diplomat. Karena kamu seorang diplomat (bawa atas nama pemerintah), paspor […]