Kalau seandainya nih, kamu menjatuhkan barang di tempat umum, terus ada orang yang tiba-tiba mendekat dan membantumu membereskan barang itu. Apa hal yang paaliinnnggg minimal yang akan kamu lakuin?

Berterima kasih.

YUP!

Perlu diakui, bersyukur itu memang merupakan fitrah yang ada pada manusia. Namun seringkali lingkungan dan kondisi membuat kita memendam fitrah itu. Kalau mau main hitung-hitungan, sebenarnya ada banyaaakkk banget keberkahan mengalir pada diri kita, cuma kitanya aja yang sering maksa mata untuk fokus ke hal-hal yang kurang.

Kalau kamu merasa sering berpikiran negatif, kesal, mudah marah dan mengeluh, dan perlu mengembalikan dirimu pada fitrah dirimu, ada beberapa tips mudah yang bisa dicoba untuk tetap bersyukur dan positif yang terangkum di bawah ini berdasarkan pengalaman pribadi. Please have a look ๐Ÿ™‚

1. Jotting down everything that makes you happy in that day, even the smallest thing.

It may sound silly, but ONCE you give it a try, you’ll definitely feel the difference. Selain berfungsi sebagai healing, menulis juga berguna untuk mengorganisir pikiran kita yang kadang awut-awutan. Tulis aja hal-hal yang sederhana, misalnya, “aku bersyukur hari ini karena..

  • Aku bisa menjalani hari dengan sehat
  • Dikelilingi dengan orang-orang yang baik
  • Dapat makan makanan yang enak
  • Penglihatan berfungsi dengan jelas sedangkan tadi kutemui tunanetra yang tidak bisa menikmati indahnya nikmat melihat.

Gak harus banyak. Pilih aja beberapa hal yang paling kamu senangi tiap harinya dan tulis itu sebelum tidur. Kalau mager untuk nulis setiap hari, ya 2 hari sekali juga gak apa-apa atau kapanpun kamu butuh untuk menghilangkan perasaan negatif.

PERSONAL EXPERIENCE:
Aku pribadi, karena ingin #lesswaste, jadi gak pake kertas – nulisnya di aplikasi Gratitude Journal dari HP. Kalau tertarik, setelah ini kamu bisa browsing di Playstore atau Appstore dan pilih mana aplikasi jurnal yang paling nyaman dan bikin suka.

2. Lihat sisi baiknya di segala sesuatu.

Selalu ada bright side bahkan dalam sebuah peristiwa ataupun musibah. Disini kita perlu bangun mindset bahwa segala sesuatu itu gak sepenuhnya buruk. Akan selalu ada sisi-sisi penuh hikmah sebagaimana yang mengizinkan peristiwa ini terjadi ialah Sang Pengatur Skenario Terbaik. Memang.. memahami hikmah butuh proses dan tidak semudah berbicara disini. Namun percayalah, lambat laun, waktu akan menjelaskan padamu hikmah-hikmah itu.

3. Bandingkan ke dalam, bukan keluar.

Membandingkan diri dengan orang lain memang bisa memotivasi. Tapi gimana kalau perlahan lahan kamu jadinya membenci diri sendiri (karena gak punya apa yang mereka punya seperti kecantikan, kemewahan dan karir yang melesat)?

Untuk memenuhi hati dengan syukur, jangan pernah bandingkan dirimu pada orang lain yang terlihat lebih hebat dan segalanya. Sampai kapanpun, kamu gak akan pernah sama dengan orang lain karena mereka memiliki start, timeline, environtment, working pace yang berbeda. Gak akan pernah ada seorang pun di dunia ini yang akan sebanding dengan kamu. Sebaliknya, daripada membandingkan keluar, bandingkanlah pencapaian dan diri kita saat ini dengan pencapaian sebelumnya. Amati perbedaannya. It’s gonna make you feel better.

PERSONAL EXPERIENCE:
Setiap tahunnya, aku selalu mencatat hal-hal baru yang dilakukan (yang paling berkesan), tempat-tempat baru yang dikunjungi dan barang-barang โ€˜pricyโ€™ yang telah dibeli. Aku telah melakukannya selama 3 tahun berturut-turut dan alhamdulillah, pikiran ini jadi jauh lebih positif dan lebih bersyukur.
Selain itu, agar tidak sering membandingkan dengan orang lain, aku membatasi social media dengan berhenti main Instagram di tahun 2017. Why? Aku ingin lebih produktif dan fokus pada perkembangan diri sendiri aja cause I feel there are soo many things to learn and catch up with. Alhamdulillah efeknya bagus banget sejauh ini — tapi aku gak bilang Instagram itu jelek ya! buat yang wise ya itu bisa jadi syiar dan buat bisnis emang bagus banget untuk expand marketing. But to me, the bad effect outweigh the benefit.

4. Dekat dengan teman-teman yang positif dan jauhi diri dari teman-teman yang toxic.

Tanpa disadari, kita sering berpikiran negatif itu karena kita melihat, mendengar, membaca segala opini/ucapan/pendapat teman kita yang negatif juga. So, karena temanmu akan membentuk karaktermu, pilihlah teman-teman yang baik dan positif. Yang gak suka ngegosip, yang kita tahu kalau berkumpul sama dia kita akan dapat kualitas percakapan yang berbobot.

Dengan begini, kamu gak perlu takut lingkaran pertemananmu menjadi semakin sempit. Bukankah 1 teman yang baik jauh lebih berharga dari 100 teman toxic di medsos?

5. Make yourself busy to activities that give you pleasure.

Setiap kamu pasti punya minat dan hobi. Biar gak fokus di imperfection aja, kamu perlu sibukin diri dengan kegiatan yang bikin hati senang. Bisa dengan me time secara teratur untuk istirahat, refreshing, refleksi dan evaluasi. Bisa juga melakukan travelling ke tempat baru agar mendapat suasana, pikiran, dan sudut pandang baru.

Kegiatan lainnya yang bisa dilakukan adalah bergabung di acara/kegiatan sosial, berbagi dengan orang lain atau mengunjungi orang-orang yang tidak seberuntung kamu, misal di panti asuhan. Seriously! Itu bikin hati adem dan gak gampang ngeluh.

6. Filter your surroundings.

Unfollow akun-akun gossip, julid, teman-teman toxic. Kalau berat hati karena gak mau putus hubungan, yaudah di mute aja statusnya. Biar kata-kata discouraging mereka tidak kelihatan oleh kita. Intinya, jauhi pengaruh-pengaruh luar termasuk berita-berita yang negatif. Ohya selain dari luar, kamu juga perlu setting pelan-pelan dan bangun kualitas dalam diri. Jangan biarkan mulut kita berkata hal hal yang gak berfaedah. Tersenyum, banyak menonton video positif, membaca buku tentang pengembangan diri, hal-hal eksternal itu bisa mempengaruhimu untuk jadi positif.

7. Perbanyak berinteraksi dengan Yang Maha Menangkan Hati

The last but not least, dengan banyak beribadah, menjalin kedekatan hubungan dengan Yang Maha Mengatur Rezeki dan Maha Menenangkan Hati itu bisa jadi salah satu cara untuk tetap bersyukur. Setiap shalat, nyatakan pada-Nya apa yang kita syukuri seperti poin no.1. Gak usah yang fancy banget, hal sepele aja seperti air yang dapat mengalir deras/tidak macet di rumah saat kita mandi atau buang air, dapat tinggal di rumah yang nyaman tanpa kepanasan atau kehujanan, dll — karena jika bersyukur..

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah [nikmat] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [nikmat-Ku], maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Ibrahim: 7

Sesungguhnya karunia itu akan ditambah pada ahli syukur, bukan ahli ingin dan ahli komplen. In fact, kita seringnya menyibukkan diri pada keinginan dan kekurangan, lalu melupakan syukur. ;'(

Demikianlah tips-tips ini, spesial ditulis untuk kamu yang ingin menumbuhkan kembali rasa syukur dan membuat diri berpikir positif. If I get lots of benefits by doing these things, I believe it works the same thing on you. Segala perasaan itu bisa banget diatur dari dalam diri kita. Dan Hidup ini benar-benar pilihan banget; mau jadi orang yang lambat karena fokus di hal yang gak sempurna aja, atau jadi orang yang maju karena memberikan ruang positif pada diri sendiri dan menjadikan kesalahan untuk jadi semakin baik?

” ….. Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur [kepada Allah], maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.  (Luqman: 12)

Jadilah pribadi yang positif, yang juga dapat menebarkan aura baik itu pada lingkunganmu..

Selamat mencoba ๐Ÿ™‚

close

Mau dapet Personalized Quranic Reflection langsung dari penulis ke Emailmu?

Yuk Gabung! ๐Ÿ˜Ž

Udah ada 900+ Milenial Indonesia + Malaysia nih yang gabung! Masa iya kamu rela gak ikutan!

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

One thought on “7 TIPS on How to Stay Grateful and Positive

Comments are closed.

Next Post

How to Make Tadabbur as Your Habit?

Thu Apr 9 , 2020
Akan ada momen.. Dimana kamu punya masalah, tapi kamu gak nemuin siapa-siapa yang bisa ngertiin kamu. Kamu udah lari, pindah dari satu entertainment ke entertainment […]