Di zaman yang serba mikirin diri sendiri aja, mungkin rasa itu pernah hadir.
Rasa ingin diperhatikan, dipedulikan dan didoain yang baik-baik. Tentunya selain dari orang tua kita sendiri..

Kalo ketemu temen aja, kita suka kan minta ke mereka:
“Eh doain gue yaa! Semoga gue bisa ini ini ini..”
“Eh doain gue doongg, pliiiiiss 🙏🏻 biar dapet itu itu itu…”
“Doain yaaa biar ini lancar..”
“Doain..”
“Doain..”

SeeBegitu sering kita mengemis-ngemis doa pada makhluk.

Dan kali ini.. aku mau ngajakin kamu ngobrol tentang dia. Iyap!
Dia yang diam-diam ngedoain kamu 🙂

Kamu perlu tau kalo ternyata selama ini.. ada sosok yang gak ada jedanya ngedoain kamu! Saat kamu lagi terbangun ataupun tertidur. Ternyata ada sosok yang selalu ngedoain keselamatan akhirat buat kamu. Tanpa henti, ataupun sekedar bertepi. Dia ngelakuin itu secara terus menerus, dari duluuu, hingga nanti saat kamu dah gak ada lagi di bumi. Daan yang lebih bikin melting lagi, dia ngelakuinnya bukan karena haus perhatian atau caper. Bukan juga biar di notice agar nanti didoain balik. Ini sosok yang BENAR-BENAR TULUS… 🤧

Dan satu hal yang perlu kamu tahu, sosok ini GAK CUMA SATU!!! tapi banyaaakkk. Banyaaak bangettt!!! 🥀 Bahkan aku yakin kamu gakan bisa ngitung jumlah mereka!

Mau tau siapa mereka?
Jawabannya ada dalam surah Asy-Syuraa.

“Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Allah) dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tuhannya dan MEMOHONKAN ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(Asy-Syuraa: 5)

Wow… Isn’t it such a privilege?

Ternyata… yang doain kamu itu makhluk yang paaaaaling mulia,  dan paaaaling suci. Yang engga jenuh-jenuhnya bertasbih pada Allah. Yang enggak pernah sekalipun durhaka sama Allah, sejak pertama kali diciptakan.

Bayangin! Kita sedang-dan-akan-terus-di-doakan oleh makhluk-makhluk suci itu.. yang relationshipnya itu dekeeeet banget sama Allah.

Dalam doanya, mereka menyatakan 2 hal:

  1. Kebesaran Allah (dengan bertasbih memuji) dan
  2. Kebaikan Allah yang tidak terbatas (untuk mengampuni penghuni bumi).

Aaah.. Adakah hal yang lebih romantis dari doa diam-diam ini?

Pas kamu lagi belajar, kerja, rebahan, main medsos, ada doa – doa yang teruuussss mengalir, jatuh teruntai untuk dirimu, doa-doa yang tulus, mengandung kebaikan dan berulang-ulang untuk mengampuni dosa-dosamu, yang sengaja dilakukan ataupun yang engga.

INSIGHTS!
يُسَبِّحُونَ : Fiil Mudhari’ (Kata kerja yang menunjukkan kejadiaan yang sedang berlangsung atau akan berlangsung). Artinya menjadi ‘terus menerus bertasbih memuji.’

يَسۡتَغۡفِرُونَ : Sedang dan akan terus menerus memohonkan ampunan.

Ohya mungkin kita bertanya-tanya, karena takut kepedan, “itu beneran, “literally” semua penghuni bumi didoain sama malaikat?

Kalo itu jawabannya ada di surah Ghafir:

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman, “Ya Tuhan Kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala.”

Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

dan peliharalah mereka dari kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung.”

Ghafir: 7-9

Wooohh ternyata yang dimohonkan ampunan itu orang-orang beriman! Yang hobinya bertaubat. Yang gak berat buat ngejalanin perintah-perintah Allah. Yang juga rela hijrah ke jalan yang lebih baik.

Eh tapi…
bukannya kamu juga termasuk golongan ini?

Anyway, kalo kamu cukup mengamati dan sempet kepo kenapa awal ayat 5 Asy-Syuura ngomongin ‘langit yang hampir pecah’, itu gak lain karena takut sama kebesaran Allah. Langit aja yang flawless, 7 lapis ngambang di udara tanpa penyanggah atau tiang, itu hampir pecah karena takut kepada kebesaran Allah. Seolah-olah syurga tertinggi aja hampir siap hancur berkeping-keping oleh kemuliaan-Nya, yang lebih tinggi dari semua.

Terus kitaaaaa? Yang kena debu aja langsung bersin-bersin dan kena virus yang tak kasat mata auto-sakit, berani mau nantang Allah? 🤧

Ohya, penjelasan kedua bahwa langit hampir pecah karena perkataan mereka adalah karena ada yang berkata bahwa Allah itu mempunyai anak (Maryam: 90-91). Mereka berani melawan Allah dengan kata-kata itu. Wallahi!! Jangan pernah mikir itu perkataan yang spele! Malaikat aja JIJIK ngedenger sesuatu yang gak pantas terhadap Rabbnya. Gak ada satupun malaikat yang berani ngomong kaya gitu, jadi pas denger, mereka tuh udah nganggep itu KEJAHATAN BERAT yang dilakukan di dunia. Yang bisa memancing kemarahan Allah setiap saat. Makanya ayat itu juga diikuti doa malaikat yang mengandung ampunan untuk para penghuni bumi.

🥀

Balik lagi ke sosok yang memohon ampunan.
Jadi sekarang, di tengah wabah Covid-19 mematikan yang melanda dunia sampai ke pojok-pojoknya ini, kalaulah penduduk bumi (yang telah melupakan diri mereka sendiri dan Allah) gak juga terketuk hatinya, masih juga ngerasa berat tuk mengangkat kedua tangannya memohon ampunan, EMANG KITA GAK NGERASA MALU sama malaikat-malaikat yang saat ini berdoa agar kita terhindar dari siksaan dan diberi lebih banyak waktu tuk memperbaiki jalan hidup??

close

Mau dapet Personalized Quranic Reflection langsung dari penulis ke Emailmu?

Yuk Gabung! 😎

Udah ada 1000+ Milenial Indonesia + Malaysia nih yang gabung! Masa iya kamu rela gak ikutan!

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

Next Post

7 TIPS on How to Stay Grateful and Positive

Mon Mar 30 , 2020
Kalau seandainya nih, kamu menjatuhkan barang di tempat umum, terus ada orang yang tiba-tiba mendekat dan membantumu membereskan barang itu. Apa hal yang paaliinnnggg minimal […]