Sering denger kata-kata, “Semua hal yang ada di dunia ini milik Allah” ?

Dalam hidup, kita pasti pernah merasakan yang namanya ‘mendapatkan’ dan juga ‘kehilangan’. Baru aja dapat gadget baru, eh udah kecopetan. Baru aja dapet promosi karir, eh ada temen yang backstabbing jadinya dipecat. Baru beli motor, eh udah dirusakin adik/teman/orang saat pinjam. Baru aja menikah 1 tahun, eh suami udah pergi selamanya..

Memang benar bahwa sesuatu yang indah akan mempunyai saat-saat dimana ia menjadi tak indah lagi. Semewah mewahnya rumah, ada waktu dimana rumah itu kotor, rusak atau musnah, seminimalnya karena bencana alam. Secantik-cantik atau tampannya pasangan, ada saat dimana ia keriput dan menua. Hal-hal itu membenarkan ayat Al Quran di Surah Ar-Rahman bahwa semua hal yang ada di dunia ini F-A-N-A, meaning ada waktu dimana apa yang ada di tangan kita hilang atau musnah. Karena ada rotasinya, maka jangan seneng-seneng banget kalau dapat anugrah –> siapin mental juga untuk kehilangan itu suatu saat nanti. Dan ketika itu hilang, jangan sedih berlarut-larut pula.

Emang sih.. gak ada yang lebih nyeess dan nyeseeek dari kehilangan, apalagi kalau itu seseorang yang kita sayang dan kita lagi sayang-sayangnya. #aiisss

Seperti satu ayat yang mau kita bahas dari surah Al Qasas ini. Kisah seorang wanita yang lagi sayang-sayangnya sama laki-laki. Jangan mikir kemana mana dulu :D. Ini adalah kisah seorang ibu yang cinta dan kasih sayangnya endless banget sama anaknya. Kisah ini super relatable dan mengandung banyak pelajaran buat kita yang suka berlebihan posesifnya kalau kehilangan #huhuu.

Semoga kita dapat banyak pelajaran setelah membaca kisah yang akan dibahas disini.

Kisah Musa emang paling popular di Al Quran karena hampir bisa ditemuin dimana – mana: Al Baqarah, An-Nisa, Asy-Syuara, An-Nazi’at, Al-Isra, Al-Kahf, An-Naml, Thaha, bahkan surah yang judulnya nabi lain juga ada nabi Musanya :D, yaitu Hud dan Ibrahim. Tapi walaupun ada di banyak surah, tiap-tiapnya punya sorotan part yang beda. Kalau di Al Qasas ini, lebih menyoroti kisah Ibunya Nabi Musa saat melahirkan anaknya di waktu yang gak pas (bagi kita) karena zaman itu lagi ada pemusnahan besar anak laki-laki.

Bentar-bentar.. Kalau ada pembunuhan besar-besaran, kenapa Harun (saudara kandungnya Musa) bisa lahir dan hidup tanpa masalah?
Iya jadi setelah algojonya Firaun membunuh anak laki-laki Bani Israil, mereka mikir lagi, khawatir kalau nanti laki-lakinya habis, hanya akan tersisa perempuan yang gak bisa ngelakuin pekerjaan-pekerjaan berat yang mereka biasa siksa atau kerja-rodikan (karena yang tua meninggal dan yang bayi udah pada dibunuhin). Akhirnya mereka memutuskan untuk membunuh mereka satu tahun dan membiarkan mereka satu tahun. Qadarullah Harun lahir di saat mereka membiarkan hidup bayi laki-laki. Sumber: Tafsir Ibn Kathir

Oke, balik lagi ke pembahasan kehilangan :D. Sebenernya yang dialami ibu Musa itu berat bangett. Bayangin nih: Seorang ibu, udah mengandung cape-cape 9 bulan, terus ngelahirin dengan penuh perjuangan, kesakitan dan berdarah-darah, terus pas udah keluar bayinya, dihantui bayangan rasa takut kalau anaknya ini akan disembelih sama algojonya Firaun yang masuk kerumah dengan pisau yang sangat tajam. Ibu mana yang hatinya bisa tentram?

Karena Allah Maha Mengetahui segala isi hati, termasuk hati ibu Musa yang merasa sempit karena mikirin gimana putranya akan selamat, Allah ilhamkan solusi ke beliau untuk menjatuhkannya ke sungai Nil lewat mimpi.

Nah yang beban disini nih. Kalau solusinya terdengar safe sih gak apa-apa. Bayangin! udah lagi khawatir, disuruh hanyutin ke sungai lagi yang banyak potensi bahaya. Bayi yang berumur 3 bulan yang gak bisa ngelakuin apa-apa itu bisa aja dimakan ular, buaya atau nabrak batu karena arus yang kencang dan membuatnya tenggelam. Solusinya terdengar gak make sense banget kan di logika manusia? Tapi.. Karena tahu bahwa rencana Allah endingnya selalu yang terbaik, akhirnya ia pun melakukannya.

Mengira kalau dihanyutkan akan jauh dari pandangan Fir’aun, eh peti itu malah menuju istana yang berisi perempuan pencatat wanita hamil dan algojo-algojonya FIR’AUN. #spotJANTUNGbanget gak sih? Karena para dayang yang nemuin takut untuk buka petinya, mereka nyerahin itu ke istri Firaun (Asiah binti Muzahim). Kuasa Allah pun bermain disini. Ketika membukanya, yang ia lihat adalah bayi yang sangat tampan, lucu serta bercahaya. Allah menjatuhkan rasa cinta ke dalam hati istrinya sehingga ketika algojonya udah mau siap-siap bunuh, Asiah berkata, “Ia adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kalian membunuhnya. Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia jadi anak.” (Al Qasas: 9). Hampir aja Fir’aun membunuhnya karena takut itu bayi dari kalangan Bani Israil — kalau bukan Allah yang membuat Asiah melindunginya.

Ketika tahu bayinya diambil, KOSONGlah hati ibu Nabi Musa. Gak ada satupun perkara yang dipikirin kecuali hanya buah hatinya. Hampir aja beliau buka rahasia kalau anaknya hilang karena terdorong KERINDUAN dan KEKECEWAAN yang mendalam. Seandainya Allah tidak menenangkan dan meneguhkan hatinya.

Karena kesabarannya dan kepercayaannya pada janji Allah, maka ALLAHpun memenuhi janjinya. Nabi Musa menolak semua air susu perempuan yang dihadirkan untuk menyusuinya. Lewat perantara saudara perempuannya Musa yang mengikuti dan memberi saran kepada keluarga Fir’aun bahwa ada seseorang yang akan cocok menyusui dan memperlakukannya dengan kasih sayang, Allah benar-benar mengembalikan Nabi Musa ke pangkuan ibunya. Tidak hanya bayinya, juga dengan imbalan hadiah yang melimpah, perbelanjaan, pakaian, hubungan yang akrab, perlakuan yang baik. Yang tadinya merasa tercekam setiap hari, sekarang Allah ganti dengan perasaan aman, puas hati lagi disukai.

Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. 

Al Qasas: 12

Kalau dihubungkan ke kehidupan kita sekarang, banyak orang-orang yang udah kehilangan, terus malah sok tahu dan gak mau kembali ke Allah. Malah nyalahin Allah dan menjauh dari Allah sejauh-jauhnya. Hanya menimbang yang masuk logika dan mempercayai yang konkrit-konkrit aja. Kita lupa, bahwa Allah cuma lagi ngetes attitude.

Since life is all about holding on and letting go, kita harus paham bahwa ada kalanya suatu urusan itu gak kita sukai, padahal akibatnya terpuji dan baik.

….. [maka bersabarlah] karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

An Nisa: 19

Perumpamaan orang yang mengharapkan ridho Allah dalam amal kebaikannya ya kaya ibunya Musa. Ia dapat anaknya (sesuatu yang hilang), dapat juga kemuliaan, kedudukan serta rezeki yang mengalir secara melimpaheverything at once. Jarak antara kesulitan dan keadaan yang menggembirakan itu hanyalah sebentar. Mahasuci Allah Yang ditangan-Nyalah keputusan terakhir. Segala sesuatu yang dikehendaki-Nya pasti terjadi, dan yang gak dikehendaki pasti gakkan terjadi.

Belajar dari kisah ibunya Nabi Musa bahwa janji Allah benar untuk mengembalikan sesuatu yang kita sayang. Bahwa apa yang Allah pinjam akan Allah kembalikan. Bukankah Allah telah melakukan hal yang sama pada Yusuf a.s, Ayyub a.s, seperti halnya Musa ke Ibunya? Things just need time, man! Walaupun dikembalikan sama Allah tidak selalu dengan hal yang sama, tapi sudah pasti dengan yang jauh jauh lebih baik dari apa yang kita ekspektasikan. Dan ibu Musa ini hanyalah orang yang beriman, bukan seorang Nabi. Jadi ada harapan juga bagi kita untuk mendapatkan apa yang beliau dapatkan.

Once the replacement from Allah arrives, you will forget what you lost.

Ya Allah.. Segala hal yang telah hilang pada diri hamba memang bukan milik hamba. Semua itu milikmu maka pantaslah Engkau mengambilnya agar tak ada satupun yang membuat hamba mencintainya melebihi cinta pada-Mu. Bantulah hamba untuk ridho, tegar, dan ikhlas. Kalaupun hamba tidak mendapat gantinya di dunia, semoga kau simpan dengan baik agar aku bisa mengambilnya kelak di akhirat nanti...

close

Mau dapet Personalized Quranic Reflection langsung dari penulis ke Emailmu?

Yuk Gabung! 😎

Udah ada 900+ Milenial Indonesia + Malaysia nih yang gabung! Masa iya kamu rela gak ikutan!

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

Next Post

YOU'VE GOT INVISIBLE BODY GUARDS!

Sun Mar 1 , 2020
Sebenarnya, kamu gakkan bisa benar-benar sendirian.Sebenarnya, kamu gakkan bisa benar-benar menyendiri.Sebenarnya, kamu gakkan pernah bisa benar-benar bersembunyi. Kok bisa gitu? Let’s discuss ‘the why’ in […]