Siapa sih manusia yang gak pernah ‘emotionally down‘? Stress karena mungkin kehilangan pekerjaan, kesempatan, harta, nilai di sekolah, orang yang dicintai atau bahkan jodoh yang tak kunjung nampak. *eeh

Tenang.. Kamu gak sendirian! Nabi Muhammad (biar kata udah Nabi), beliau juga manusia yang pernah sedih, terpukul dan emotionally down. Kapan tuh dan tahu dari mana? Dari surah terpendek yang tiap muslim pasti hafal ini.. Al-Ikhlas? Al-Asr?
Noo.. but Al-Kautsar!

NOTE: Seringkali surah-surah pendek itu menarik dan banyak ‘rahasia’ tersendiri di dalamnya. Allah ingin kita bisa ‘gampang inget’ pelajaran-pelajaran yang tersimpan rapi di ayat-ayatnya. Baca Tadabbur Surah Al-Asr disini.

Kita mulai dari asbabun nuzul ya. Ada 2 penyebab turunnya surah ini:
1. Karena anak Rasulullah SAW yang laki-laki wafat (Ibrahim di Madina dan Qasim di Mekkah)
2. Kondisi emosi sangat sulit yang sedang dihadapi Rasulullah

Kenapa hal itu bikin sedih? Jadi gini.. Kita harus paham socio-culture disana dulu baru nanti akan berasa. Di zaman itu, mempunyai anak laki merupakan suatu kebanggaan. Kenapa? Karena ia akan meneruskan nasb/keturunan sang ayah. Beda sama perempuan. Kalau perempuan ketika dibesarkan, dia akan menikah dan ‘diambil’ oleh suaminya. Jadi Rasul merasa ‘kehilangan’ banget.. Then kondisi gurun juga yang apa-apa susah (beda kaya zaman sekarang, dikit-dikit Go Food) dan sedikit SDA. Udah se-nyesek itu, orang kafir Quraisy itu seneng banget, throwing party, teriak-teriak karena merasa Rasulullah lemah, pengikutnya sedikit dan keturunannya terputus.

Sekarang kita bayangin. Kita kehilangan harta terbesar atau seseorang yang kita sayang. Misal ibu. Terus DI-SUKURIN sama tetangga, orang sekitar dan netizen. Mereka happy banget sampe bikin party. Siapa coba yang gak nyesek? Padahal let’s say kita ‘orang baik’ yang gak pernah cari masalah, tapi digituin. Ya Allah.. gak kebayang deh emosinya Rasulullah.. jadi berkaca-kaca ini ngetiknya :((.

NOTE 2: Rasulullah itu yatim, lalu jadi piatu. Setelah itu kakeknya meninggal, terus gak lama pamannya menyusul. sediiiiihhh terus-terusan. Tapi Allah selamatkan Rasulullah dari kondisi itu. Allah tidak pernah meninggalkan Rasul (and the same goes on us). Jakarta gak ada apa-apanya dibanding Mekkah zaman jahiliyah! Apapun ujian hidup kita, ada Allah yang monitor. Karena tak ada bahaya yang menimpa kita kalau bukan atas izin Allah.

Karena Allah tidak pernah tidur, saat itu juga Allah langsung hibur Nabi Muhammad dengan turunnya surah ini. … إِنَّآ أَعۡطَيۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ -> “Sesungguhnya kami telah memberimu nikmat yang banyak.” (Al-Kautsar: 1). Bahasa lainnya gini, “Kenapa kamu sedih Muhammad? Coba inget deh nikmat kemarin-marin yang telah Aku kasih..” Disini Allah pakai kata أَعۡطَ (means, pemberian yang banyak dan besar banget, yang hanya bisa diberi oleh Allah dan manusia gak akan pernah bisa memberi sebanyak itu). Rasulullahpun menghadap ke langit dan tersenyum.

Aaah jadi malu baca surah ini. Manusia itu emang fokus ke nikmat yang dicabut aja. Perasaannya nikmat yang Allah kasih kemarin-kemarin dan yang sampai sekarang ‘masih melekat’ itu gak keliatan (atau mungkin kita yang gamau liat). Satu hal yang ketara jelas adalah jantung. Bayangin, jantung itu udah berdetak sejak kita lahir ke dunia dan sampai sekarang BELUM PERNAH BERHENTI. Ibarat mobil yang kita nyalahin, lets say selama 20 tahun non-stop, itu udah pasti panas, koslet dan kebakar. Atau misalnya laptop yang kita pake non-stop sambil di charge selama 30 tahun, itu udah dijamin rusak.

Ini berdetak terus TANPA koslet, man!! saat kita tidur, buang air, belajar, sakit, bahkan saat MAKSIATpun masih terus berdetak. Itu aja udah mahal banget nilainya. Bandingin sama orang yang struggle di rumah sakit, sesak nafas.. Mereka punya duit beratus-ratus juta ya kalau emang Allah mau cabut pernafasannya, duit yang dikumpulin mati-matian itu juga gak ada gunanya sama sekali!

Terus gimana cara kita bersyukur?
.. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ -> “Maka sholat dan berkurbanlah.” (Al-Kautsar: 2). Bersyukur yang ultimate itu Sholat. Versi surah ini, kita gak disuruh ngucap “alhamdulillah” kalau mau bersyukur tapi disuruh sholat dan berkurban.. (bukan kurban perasaan yaa *plaak). Karena kata anhar – nahara itu artinya spesifik menyembelih di leher untuk hewan-hewan besar (saat idul Adha).

Then, .. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ  Bahasa kitanya , “udah jangan mikirin kata-kata dia. Mereka yang sebenarnya terputus bukan kamu”. Dan ternyata benarlah janji Allah. Sekarang yang keturunannya mulia dan diingat ya hanya keturunannya Rasulullah SAW. Semesta yang terus bershalawat. Ganjaran yang tiada terbatas. Kilau budinya yang terus membekas. (Baca Puisi Nabi Muhammad yang bikin melting disini) Abu Lahab, Abu Jahal, dll kemana?
Udah lenyap.

Jadi… sedih itu wajar, sedih itu manusiawi. Tapi kapapun perasaan itu ada, ingatlah selalu nikmat Allah yang lalu lalu, atau gak usah jauh-jauh. Yang nempel di badan sekarang aja. Allah has given you the greatest love. Bahkan apapun yang kita dapat hari ini adalah atas izin Allah.

Rumus hidup:
Dapat nikmat -> Syukur -> Nikmatnya ditambah.
Kena musibah -> Bersabar -> Naik kelasnya (derajatnya).
Laa hawla walaa quwwata illa billah.

close

Mau dapet Personalized Quranic Reflection langsung dari penulis ke Emailmu?

Yuk Gabung! 😎

Udah ada 1000+ Milenial Indonesia + Malaysia nih yang gabung! Masa iya kamu rela gak ikutan!

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

6 thoughts on “EMOTIONALLY DOWN? SURAH INI COCOK UNTUK KAMU!

  1. Subhanallah, suka banget bacanya :’)
    Jangan bosen untuk terus ingetin yang begini ya min, we need people like you always!
    Sangat bermanfaat artikelnya, terimakasih :)))

  2. Izin copas, repost content terkait web ini, semoga Admin ridha, semoga Allah meridhoi, semoga berkah,

Comments are closed.

Next Post

Agar TRAVELLING Berbuah PAHALA!

Mon Oct 21 , 2019
Zaman sekarang, travelling udah menjadi gaya hidup. Masyarakat perkotaan terutama, rela duduk di kelas ekonomi demi ‘keangkut di pesawat’ untuk keluar negri. Rela jajan dikit […]