Selama ini mungkin kacamata dipenuhi cipratan noda dan debu, sehingga pandangan kita acapkali terganggu. Pandangan terhadap Dia yang sejatinya Maha Pengasih. Dzat yang paling peduli dan selalu berlemah lembut dengan kita. The most loving, caring, understanding, and protecting to us.

Kali ini aku ingin ngajak kamu buat nyeka kacamata bareng, ngelap biar gak kotor lagi, plus kalau perlu, nyemprot pake desinfektan sekalian biar bakteri dan noda-nodanya ilang. Gak lain biar bisa mandang siapa Allah dan gimana baiknya Allah, lebih jernih lagi...

1. Kita Umat Nabi Yang Dispesialin BANGET!

Kita tahu kalau tiap hari, Allah menghujani kita dengan kasih sayang. Gak cuma buat yang beriman aja, yang kafir, ateis, semua sama-sama dikasih kelancaran bernafas dan berbisnis yang setara. Tapi.. ada waktu di mana rahmatnya Allah terjeda. Kaya ada pause gitu. Nah itu merupakan saat di mana Allah menurunkan azab. Misal ke kaum Nabi Lut, kaum nabi Nuh, Kaum ‘Ad, Tsamud. Itu waktu-waktu di mana rahmatnya Allah ke-pause.

Di surah Ghafir ayat 5, Allah bilang, “Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?” Dari sini kita tahu kalau rahmat Allah itu ke-pause kalo di tengah-tengah kita ada Nabi, tapi bukannya didengerin malah Nabinya diperangi dan dijadikan musuh.

Sekarang jawab.
Apakah ada seorang utusan di tengah-tengah kita?
Apakah masih ada seorang Nabi?

Tidak!
Maka dari itu, rahmat Allah GAK PERNAH terjeda lagi. Allah gakkan nge-pause rahmatnya (baca: ngirimin azab) buat kita karena di sekitar kita gak ada lagi seorang nabi. Kejahatan berupa mendustakan Nabi kaya umat-umat sebelumnya gak bisa terjadi lagi di zaman sekarang. Sebab gak akan ada lagi seorang Nabi.

BAYANGIN! Kamu engeh gak sih kalau zaman sekarang makin banyak manusia yang makin aneh-aneh? Yang kriminal gak abis-abis, yang pindah gender dan ngutuk-ngutuk Tuhan makin marak, yang ngehina nabi udah terang-terangan di media, yang berzina dan gak malu lagi, dsb. Tadinya tuh mikir, kenapa gak ada azab ya? Aku tuh mikir kalau kita bisa banget dapat apa yang umat-umat sebelumnya dapat berupa azab banjir besar, gempa bumi, suara mengguntur yang memekakan telinga dan seketika mematikan manusia, dsb –> makanya di Qur’an sering banget kisah-kisah itu diulang-ulang karena harusnya kita sadar, kita bisa banget diazab kaya mereka, cuma Allah kasih privillege aja since our prophet is so special.

Kita spesial karena kita umat rahmatan lil ‘alamin. Umat yang Nabinya sendiri merupakan rahmat bagi seluruh alam (21: 107).

2. Allah Kasih Trailer Sebelum Azab Yang Benerannya

Next, bukti yang nunjukkin bahwa baiknya Allah itu gak ketolongan di ayat ini.

وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

As-Sajdah: 21

Jadi kalau ada orang jahat, mereka gakkan langsung ‘dimatiin’ biar bisa langsung menghadap Allah dan diazab. Setiap ada yang konyol, ngeyel, ngebangkang, durhaka, mereka dicubit halus dulu di dunia. Allah ingetin dulu mereka, berulang-ulang, lagi dan lagi. Allah buka dulu kesempatan bertobat selebar-lebarnya, berkali-kali, kalau semua gak bikin kita berubah juga, baru deh.. dengan sedihnya, the real punishment is on the way to greet us!

Kalau liat ayat sebelumnya, ayat ini lagi ngomongin orang-orang fasiq. Jadi pas mereka udah berbuat jahat, mereka akan dikasih trailer 🎥 dulu selama di dunia:
– Azab/kesengsaraan yang lebih kecil
– Tes yang lebih kecil
– Warning kecil

Kenapa perlu dikasihin trailer

Lihat ujung ayatnya. لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ . Agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Agar mereka mau berhenti dari kekafiran 🤧. Agar mereka jadi humble dan mau kembali ke Allah. #Allah-baik-bangettt😭

Jadi, kalau kita liat sejarah umat-umat terdahulu, orang-orang yang bejat+kejam+zalim, mereka akan berkali-kali diingetin sebelum akhirnya meninggal dan pintu tobat tertutup. Misalnya siapa?

🥀 Firaun sudah diberikan 9 mukjizat/tanda-tanda kebenaran Allah. 7 di antaranya adalah kesulitan atau tantangan di kehidupan rakyatnya. Bayangin! Allah bukakan kesempatan 9 kali sebelum akhirnya ditenggelamkan. 9 kali Fir’aun ngebuang mentah-mentah kasih sayang-Nya Allah!!

🥀 Suku Quraisy diberi perang Badr.

🥀 Kaumnya Nabi Nuh diberi banjir besar

🥀 dan masih banyak lagi

Semua itu barulah azab-azab yang kecil yang berisi kegelisahan, ketakutan, bencana, penyakit, kehinaan, kemarau panjang, dll. Ibaratnya, itu semua cuma DP 1% yang ditujukan biar mereka ‘sadar’ dan tobat ke Allah sebelum datang azab yang sebenarnya, yang jauh-jauh lebih besar, 99% nya di akhirat.

Dan Tuhanmulah yang Maha Pengampun, lagi memiliki kasih sayang. Jika Dia hendak mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari pada-Nya.

Al-Kahf: 58

Dengan begini, harusnya bikin mikir, “Ini yang kecil aja udah bikin hidup sengsara. Apalagi yang utama ntar di akhirat?” Buat yang punya akal dan hati nurani, pasti mereka jadi sadar dan kembali ke Allah. Dan kalau kembali ya Allah tetaplah Maha Pengampun. Dia akan diampuni dan gakkan dihukum.

Kalaupun hatinya masih sekeras batu gak sadar-sadar, gak ada pilihan lain.. the big and real punishment is on the way.

____

So to wrap up, itulah bukti-bukti bahwa Allah kalo sayang sama kita tuh gak main-main. Dibandingin dengan kasih sayang orang tua aja gakkan pernah sama, apalagi sama kasih sayang pacar yang cuma berapa bulan, duuuuuuuh gak ada sebiji atomnya. Udah lah kalau udah sejelas ini mana yang sayang sama kita, gak perlu lagi kita perjuangkan sayang-sayang palsu lainnya. Yang pantas kita cintai sepenuh hati hanyalah Allah.

“Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan menyeru Jibril; “Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia.” Maka Jibril pun mencintai orang tersebut, lalu Jibril menyeru kepada penghuni langit; “Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah fulan” maka penduduk langit pun mencintai dia, hingga akhirnya ditetapkan bagi fulan untuk diterima (dicintai) di bumi.”

Hadits Shahih Al-Bukhari No. 5580 – Kitab Adab

Yakin.. masih mau nyari cinta selain Allah?

close

Mau dapet Personalized Quranic Reflection langsung dari penulis ke Emailmu?

Yuk Gabung! 😎

Udah ada 500+ Milenial seluruh Indonesia + Malaysia nih yang gabung! Masa iya kamu rela gak ikutan!

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

Next Post

Perbaiki Hati Dulu Kali Ya? Baru Gue Taat?

Tue Dec 15 , 2020
Terperangkap di pembenaran. Sering sekali kita dengar ada orang-orang gemar berkata: “Ah gue aja masih belom bener. Gak pantes lah pakai jilbab. Tar gue jadi […]