Mungkin pernah suatu hari, ada bisikan-bisikan yang menyapa sudut pikiranmu, dan ia sempat terkurung sementara waktu dalam keraguan relung hatimu. Yang berlomba-lomba mengatakan bahwa:

Syariat itu memberatkan!!
Aturan islam itu kaku dan merepotkan!!
Apa yang tertulis di Al Quran gak lain akan membuat hidup kita makin sulit!!
!
Atau setidaknya, merasa diri sudah cukup baik dengan menjalankan sebagian dan meninggalkan sebagian lainnya

Kalau pernah, berarti kamu salah! Kalau pengalaman, berarti kamu keliru pemahaman! Karena Allah pernah berfirman dalam sebuah surah yang diawali dengan dua huruf ini….

طه (١ مَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ لِتَشۡقَىٰٓ (٢

Taa haa.
Tidaklah kami menurunkan Al Quran atasmu agar kamu menjadi susah..

[Tahaa: 1-2]

Disini Allah memakai kata عَلَيۡكَ (atasmu) yang dalam bahasa Arab menunjukkan ‘tanggung jawab’ atau ‘kewajiban’. Kurang lebih jadi bermakna: Allah sama sekali gak bikin Quran sebagai beban biar kamu jadi sengsara, menjadi tanggunganmu yang ujung-ujungnya bikin hidup jadi susah. Karena kalau turunnya Al Quran sebagai hadiah aja, maka ia akan memakai kata إِلَيۡكَ, yang artinya untukmu atau kepadamu.
Dari sini, kita dapat memahami kalau penggunaan satu kata aja udah bisa nunjukkin maksudnya.

لِتَشۡقَىٰٓ= lelah, susah, kualahan, stress, kebanyakan kerjaan, tekanan dll. Dari akar kata syaqu (yang tersebut 12 kali di Al Quran) yang berarti gagal, celaka atau kecewa.
Konteksnya, ayat ini berbicara pada Nabi Muhammad yang ada di Mekkah dengan kondisi yang super hopeless. Dengan kata lain, “Kami tidak menurunkan Al-Qur’an untuk menguras tenagamu, jadi sangat lelah dalam beribadah atau sangat merugi/sedih atas kekufuran  dan penolakkan kaummu. Beriman atau enggaknya mereka itu bukanlah tanggungjawabmu.”

Selain itu, sebab-sebab turunnya ayat ini adalah ketika orang-orang musyrik dari golongan Quraisy mengejek Nabi Muhammad (yang menjalankan nilai-nilai Al Quran) dengan perkataan, ‘Tidaklah Al Quran diturunkan pada Muhammad melainkan membuatnya susah.’ Kemudian, Allah memberikan bantahan dengan ayat ini. [Tafsir Al-Quran Al Addhim, Ibnu Katsir: 5/272]

Walaupun konteksnya ayat ini terkesan untuk Nabi Muhammad aja, tapi sebenarnya ayat ini connect banget sama kita. Ada orang-orang di sekitar kita yang gak mau meluk Islam karena katanya Islam itu ribet, gak boleh A, B, C. Perempuan harus begini, laki-laku harus begitu. Ada juga yang islam sekedar untuk identitas kartunya dan gak mau ngejalanin syariatnya, misal gak mau pakai jilbab karena gerah.. karena tinggal di barat.. karena nanti gak akan dapat kerja, dan banyak alasan lainnnya.

Padahal syariat Al Quran, yang ditetapkan Yang Maha Pengasih, gak lain biar kita memahami keluasan ilmu Allah, memperoleh kebahagiaan dan keberuntungan. Allah udah mudahin semua jalan yang menuju ke arah itu dan ngejadiin itu makanan bagi ruh dan hati kita. Allah udah mudahin banget Al Quran biar kita  bisa berhadapan dengan fitrah dan akal sehat kita.

Al Quran atau segala kandungan, perintah, aturan yang ada di dalamnya bukanlah untuk menjadikan kita susah. Al Quran itu tak lain berisi nasihat-nasihat berhikmah, ‘bocoran’ masa depan, segala kebaikan di dunia dan akhirat. Tidak lain agar orang ingat kepada-Nya, mengambil manfaat dari apa yang dibaca darinya (Al Quran), dan bagi orang-orang yang punya akal, ini akan menjadi peringatan.

Pun bagi orang yang sudah satu langkah lebih dekat pada Al Quran. Untuk para pembelajar yang sedang memahami, menghafal, mentadabburi Al Quran, semua itu bukanlah hal yang susah, bikin stress, dan bikin kamu jadi banyak kerjaan. Yang gak mau ambil pelajaran aja dimudahin, apalagi yang niat mau belajar?

Semoga kita termasuk orang yang tidak pernah merasa terbebani dengan syariat dan segala apa yang tertulis di Al Quran.

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Memaknai Hari Raya Yang Sesungguhnya

Wed May 20 , 2020
Hari raya.. Apakah semata-mata tentang membalut diri dengan baju indah nan baru? Memanjakan perut dengan makanan lezat setelah sebulan lamanya ia kosong di siang harinya? […]