Hidup, tapi kayak nggak benar-benar hidup.
Pernah kamu ngerasain begitu?
Badan kita bergerak, semua berjalan sebagaimana seharusnya; kita makan, tidur, kerja, scrolling, ketawa, tapi di dalam…. kayak ada ruang yang hening banget. 😥
Kayak ada bagian dalam diri yang gak ikut hidup.
Sepi, hampa, dan gersang…
Mungkin ini terjadi karena kita lupa,
bahwa diri bukan cuma berisi daging dan tulang. Diri kita sejatinya punya dua dimensi. Dimensi ruh dan dimensi fisik.
Sisi fisik adalah sisi yang bisa kita liat satu sama lain. Misal, kalo kita lagi ketemuan, aku bisa liat kamu dan kamu bisa liat aku.
Sisi yang lain, adalah sisi ruh. Sisi dimana yang tau bentuk dan keadaannya cuma Allah.🥺
Untuk fisik, kita mungkin bisa segitunya poles sesuka hati—dari hal yang paling organik dan berproses, sampai yang paling kimia dan instan. Tapi sisi ruh… hanya akan terbentuk dari amalan-amalan kita. 🥺 Dan tentu saja, ia juga akan rusak dengan perbuatan buruk kita. 😮
Sebagai makhluk dunia, kita sering banget salah fokus. 😰 Sebegitu sibuknya kita ngerawat casing, sampe lupa sama isi. Karena mungkin ga pernah keliatan di cermin dan ga di notice orang juga, kita biarin ruh kita neglected. 😩
Setiap pekan kita bisa olahraga, beli outfit yang nge-trend, beli skincare, parfum viral, vitamin, dsb. Tapi ruh?
Seringnya kita biarin kelaparan 😭
Kita sering kasih buah/makanan terbaik ke tubuh kita, ga peduli seberapapun harganya. Tapi ruh kita?
apakah kita udah kasih dengan amalan terbaik juga?
Kita bisa rela bangun subuh demi lari pagi buat maintain kesehatan,
tapi bangun malam, untuk maintain ketakwaan?
😭
Ga heran, inilah yang bikin jiwa kita kering dan hampa. Berhari-hari kita sengaja matikan tanpa asupan zikrullah, doa, atau tilawah. Ditambah lagi, kita biarkan ia semakin mati dengan virus-virus maksiat yang dianggap remeh, berbohong yang dibiasakan, suuzon, gibah, dan segalanya yang udah pelan-pelan ternormalisasi.
Ga heran kita hampa, karena kita ini hidupnya setengah-setengah. 😩 Padahal raga dan ruh sama pentingnya buat dijaga. Yaa Rabb, Hidupkanlah lagi ruh kami…😭
Kami lupa.. bahwa yang membuat Kami “hidup” bukan hanya nafas,
tapi juga ruh yang dekat dengan Penciptanya.
Kami lupa.. bahwa yang membuat Kami “hidup” bukan kaki yang bisa melangkah,
tapi juga ruh yang masih mengenal jalan pulang.
Bantu kami mengingat,
bahwa ruh kami hanya akan hidup dari amalan-amalan yang tumbuh dari keikhlasan. Dari maaf yang diberikan diam-diam. Dari doa lirih yang tak terdengar makhluk-makhluk-Mu. Dari sedekah yang tak dipamerkan. Dari tangan yang terulur tanpa pamrih..
Jangan biarkan kami mati di dalam meski masih bernafas.
Hidupkan kami dengan cahaya-Mu,
Hidupkan kami dengan kasih dan petunjuk-Mu,
hingga ruh ini pulang dalam keadaan bersih dan penuh rahmat.
Amiin
Ruh itu bagai akar tersembunyi di dalam diri. Bila akarnya kering, pohon termegah pun akan tumbang. Namun bila akarnya kokoh menghujam, badai sekuat apa pun takkan mampu merobohkannya.
Maka, perkuatlah akar ruhiyahmu..
