Mungkin tiap-tiap kita udah punya definisi sendiri tentang apa itu toxic friends dan apa itu real friends. Nah disini, aku mau coba bahas real and toxic friends juga TAPIII… bukan versi Internet/Google; Wikipedia, Kaskus, Brainly (ayoo siapa yang sering pake tiap ngerjain PR ;D ?). Bukan pula pendapat vlogger-vlogger di Youtube, melainkan ini VERSI AL-QURAN!

#TOXIC1

Pertama, kita bahas toxic dulu. Seperti namanya, toxic = racun. Jadi toxic friends itu sederhananya mereka yang NGERACUNIN kamu di dunia, biar nanti MATI di akhirat. Nah lho serem kan? Mungkin kamu bilang, “Kak kayaknya gak sampe se-ekstrim itu deh! Temen-temen saya bandel tapi sejauh ini baik-baik aja, asik-asik semuanya.”

Sekarang ayo kita renungin bareng-bareng, apakah orang yang ngeracunin itu akan terang-terangan nunjukkin kalau dia lagi ngeracunin? Ya gak mungkinlah! Namanya ‘ngeracunin’, berarti apa? Diem-diem, samar, dan haluusss banget skenarionya. Kalau sebuah gelas ada label bertuliskan ‘Jangan diminum! Gelas ini beracun!’ Alhasil gakkan ada yang mau minum – misi ngeracuninnya jadi gagal. Kalau ada seseorang yang di dahinya jelas bertuliskan’Jangan dekati! Orang ini beracun” (kaya dahinya Dajjal yang ada tulisan ‘Kafir’ ;’D ) ya orang gakkan ada orang yang mau deketin dia.

Dalam surah Furqon, terdapat screenshot percakapan orang-orang yang nyesel punya temen toxic versi Quran:

Celakalah aku! Sekiranya [dulu] aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab [ku]. Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan [Al-Quran] ketika itu telah datang kepadaku. Dan setan memang penghianat manusia.

Furqon: 28-29

Celakalah aku, alangkah binasalah aku, bahasa gaulnya “mati gue!” sambil nepok jidat. Coba aja dulunya gue gak jadiin dia temen deket. Nah ayat ini konteksnya tentang orang-orang yang zalim yang nyesel senyesel-nyeselnyaaaa di hari kiamat, gigit kedua tangganya dan berandai-andai:

“Coba dulunya saya gak bertemen sama si A!! Dia udah bikin saya ke-distract dari petunjuk Allah, bikin saya selalu sibuk di kegiatan yang unfaedah, bikin saya jadi sesat jadi gak percaya lagi sama isi Al-Quran, ngejauhin Al-Quran, ngejauhin orang-orang yang ngajak ke Quran, dsb. Coba aja dulunya saya mengambil jalan atau ajaran Rasul, ngikutin temen-temen yang suka ngomongin tentang Quran, islam, dan lainnya”

Hmm sayang seribu sayang, penyesalan mereka gak ngefek apa-apa. Mereka tetep akan celaka di akhirat. Di Tafsir Ibnu Katsir sih ini berkaitan sama Ummayyah ibnu Khalaf atau saudaranya Ubay ibnu Khalaf. Walaupun begitu, ayat ini bukan buat mereka aja, tapi juga pelajaran banget buat kita.

So, kesimpulannya #TOXIC1 itu mereka yang memalingkan kita dari jalan Allah dan pelan pelan ngerayu buat jauh sesenti sesenti terus menerus lama-lama jauh beneran dari Allah.

Aku pernah denger ada film, ‘friends with benefit’, nah kalau ini bisa dijudulin “friends without any benefit.”

#TOXIC2

Kalau tadi di Furqon ayatnya tentang penyesalan, berikut ini juga screenshot percakapan, tapi percakapannya ahli surga yang lagi ngepo-in kondisi temennya toxic.

Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sesungguhnya aku dahulu [di dunia] mempunyai seorang teman..

Ash-Shaffat: 51

Seperti kita tahu, salah satu kerjaan ahli syurga itu ngobrol/nostlagia/flashback tentang hidupnya dulu di dunia. Seseorang ini lagi cerita ke temannya kalau dia inget ada temannya di dunia yang..

Yang berkata, ‘Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan [hari berbangkit]?

Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar [akan dibangkitkan] untuk diberi pembalasan?’

Ash-Shaffat: 52-53

Jadi temen dia itu (ketika di dunia) dengan nada mengejek bilang ke dia yang lagi di syurga (sekarang), “emang kamu percaya sama akhirat?” Pertanyaan ini menyiratkan bahwa dia itu ragu akan adanya hari perhitungan nanti. Dia ini gak percaya kalau nanti segala perbuatannya -besar kecil kasar halus- akan dibalas. Kalau bisa di generalisasi ya kerjaanya kaya kebanyakan anak muda sekarang, foya-foya, heppi heppi, nyakitin orang tua, buang-buang uang, julidin orang, bermuka dua, pacaran, yaa intinya yang haram-haram dikerjain, yang wajib-wajib kaya sholat + menutup aurat, itu ditinggalin. Dan perlu disadari juga, banyak orang yang antara lisan dan pengamalan itu gak sinkron. Begitu banyak orang yang pandai berteori dan berpengetahuan, atau misalnya remaja (yang masih bersekolah) punya nilai ulangan agama 80, 100, tapi perilakunya ya sama aja, gak jauh seperti orang-orang jahiliyah. Itu pun kelas yang bawah, belum kelas atas, misal ahli tafsir yang gak hanif. Dengan ilmunya, dia malah jadi nyesatin banyak orang. Naudzubillahi min dzaalik.

Balik lagi, jadi intinya orang-orang macam kaya gini ngerasa hidupnya cuma sekedar di dunia aja. Kalau meninggal yaudah mati, tenang —– Weitzzz siapa bilang??? Itu kalau gak tobat siap-siap kondisinya kaya di Ash-Shaffat.

Berkata pulalah ia: “Maukah kamu meninjau [temanku itu]?”
Maka ia meninjaunya, lalu ia melihatnya [teman] itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.
Ia berkata [pula]: “Demi Allah, engkau benar-benar hampir mencelakakanku,
Jika tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret [ke neraka]. 

Ash-Shaffat: 51-52

Ketika di cek, di stalking sama ahli syurga ini, eehhhh ternyata ada di tengah-tengah neraka!! Ya Allah.. allahumma ajrinna minannaar..

Berkaitan dengan Neraka, aku jadi teringat dengan suatu momen yang sangat sangat menyayat hati. Kala itu ada senior kampus, lagi duduk pake sepatu di depan musholla dan ada aku kebetulan ada di belakangnya. Dia nanya sama temannya, “eh emang Neraka beneran ada?” Dengan nada nantang dan tipikal ateis. Ya Allah aku dengernya kaget banget!!! Hati kaya teririiisssss kecil-kecil.. Kok bisa gitu mikir sejauh itu? Naudzubillahi min dzaalik. Semoga kita dijauhkan dari pemikiran-pemikiran toxic kaya gitu.

#TOXIC3

Bukti lain kalau temen toxic benar-benar bikin kamu mati di akhirat, ada dalam surah Qaf. Jadi mereka nih, genk-genk toxic termasuk setan sendiri, ceritanya lagi baris ngantri masuk Neraka. Mereka bertengkar di hadapan Allah. Yang paling belakang bilang, “Ya Allah beri yang depan azab yang lebih besar, soalnya saya bisa sesat karena dia.” Then, you know what Satan/genk of evil people say?

Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh.

Qaf: 28

Bahasa kitanya, “lah apa banget! Lu sendiri yang ngikut gue, ngapain mau ngikut gue? Lu sendiri yang udah sesat sejaauuhh itu.” Nah kalau udah kaya gini, yang salah siapa? Allah gituuuu? Ya salah mereka sendiri lah. Di dunia, Allah udah ngasih arahan dalam Al-Quran, ngirim Rasul-Rasul di setiap umat, ada jutaan tanda-tanda kebesaran Allah bahkan di dalam diri mereka sendiri, di sekolah udah ada organisasi yang Rohis, di medsos udah ada akun-akun yang bener, kitanya aja yang gak mau menjemput hidayah.

#REAL

Terus, Real Friends itu yang kaya gimana? Real friends versi Quran ialah mereka yang gak cuma yang bikin kamu ketawa-ketawa di dunia tapi juga bikin kamu ketawa-ketawa (bahagia) di akhirat.

Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.

Az Zukhruf: 67

Semua persahabatan, pertemanan, yang didasari bukan karena Allah, udah pasti di hari kiamat berbalik menjadi permusuhan. Nah sebaliknya, seperti di ayat Az Zukhruf ini, segala hal yang didasari karena Allah itu will remain forever. Kekal.

Al-Hafiz Ibnu Asakir di dalam biografi Hisyam ibnu Ahmad telah meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah pernah bersabda, “Seandainya ada 2 orang saling mencintai karena Allah, satunya ada di belahan timur, satunya lagi ada di belahan barat, niscaya Allah akan menghimpunkan di antara keduanya kelak di hari kiamat dan Allah berfirman, “inilah orang yang Engkau cintai demi karena Aku.” -> Ini so sweet bangettttt!!!

Masih dalam penjelasan Tafsir Ibnu Kathir, Abdul Razzaq mengatakan terkait dengan makna ayat ini, ada dua jenis persahabatan. Yang satu dua orang mukmin yang bersahabat karena Allah, yang satu lagi dua orang yang bersahabat just for fun in dunya.

Suatu ketika salah satu dari kedua orang mukmin itu diwafatkan, dan ia diberi kabar ‘masuk surga’, lalu teringatlah ia pada temannya (yang masih di dunia) dan dia berdoa, “Ya Allah sesungguhnya si fulan itu teman dekatku, dia selalu memerintahkan aku melakukan kebaikan dan melarangku melakukan perbuatan jahat. Janganlah Engkau sesatkan dia sesudahku (maksudnya: jagalah ia di dunia) hingga engkau perlihatkan kepadanya seperti apa yang Engkau perlihatkan kepadaku sekarang. Dan ridhoi dia sebagaimana Engkau meridhoi diriku.

Ya Allah romantis bangeett!! Ini namanya Quality Friend. Kita punya satu aja yang kaya gini udah selamat, worth it banget. Gak perlu lah punya teman/follower banyak kalau satupun dari mereka gak ada yang bisa doain dan minta ke Allah untuk keselamatan kita yang selamanya kaya gini.

Singkat cerita, temannya satu lagi diwafatkan, lalu keduanya bersua dan masing-masing berkata satu sama lain; engkau sebaik-baik saudara, engkau sebaik-baik teman, engkau sebaik-baik kekasih.

Maa syaa Allah. jadi sekarang, kalau punya teman model2 kaya gini, genggam erat-erat, banyakin nongkrong bareng, biar bisa sampai ke syurga.

Jenis kedua, salah seorang dari dua orang kafir yang bersahabat itu meninggal dunia, lalu ia diberi ancaman akan masuk neraka. Teringatlah ia kepada temannya yang masih hidup itu. Ia berkata, “ya Allah sesungguhnya teman dekatku si Fulan selalu mengajakku berbuat durhaka terhadap Engkau dan mendurhakai rasul-Mu. mendorongku untuk melakukan kejahatan dan melarangku/menghalangiku mengerjakan kebaikan. Ya Allah, janganlah engkau beri dia petunjuk sesudahku, hingga Engkau perlihatkan hal yang semisal dengan apa yang kau perlihatkan kepadaku (neraka). Murkailah dia sebagaimana Engkau murkai aku.

Kemudian teman yang kafir satunya meninggal, kemudian keduanya berkumpul, masing2 keduanya saling mencaci; kamu seburuk-buruk nya teman, engkau seburuk-buruknya kekasih, engkau seburuk-buruknya saudara.

To all of my beloved readers..
Apalah artinya sebuah pertemanan kaalau durasinya cuma sependek #dunia?Cukup lah, saatnya sekarang kita mencari circle yang baik. Unfollow teman-teman toxic, terapkan social-distancing kalau toxicnya udah gak ketolongan. Tak mengapa jika lingkaran pertemananmu menjadi mengecil. Sedikit yang penting worth it. Kita perlu mencari teman-teman yang bahagianya unlimited sampe syurga. Karena kehidupan setelah meninggal itu selamanya. Benar-benar selamanya.

Segala relationship, hubungan yang bukan karena Allah, itu gak lain cuma buat perasaan kasih sayang sepanjang kamu hidup di dunia ini, kemudian di hari kiamat, sebagian kamu mengingkari sebagian yang lain, melaknati yang lain, gak ada yang bisa nolong dan masuk Neraka.

Cukuplah..
Jangan cari yang temporary, kalau ada yang permanently.
Kalau ada yang real, ngapain kita cape-cape ke yang fake ?

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ramadan Berseri di Tengah Pandemi

Tue Apr 21 , 2020
RAMADHAN IS APPROACHING!!! YEAY Merupakan sebuah nikmat yang besar jika kita dapat dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun ini, tahun 2020. Mungkin beberapa dari kalian ada yang […]