Di zaman yang serba mikirin diri sendiri aja, terkadang hadir gituu rasa rindu untuk dipedulikan dan diberikan perhatian dari orang lain. Yaa.. seminimal-minimalnya pengen didoain yang baik-baik sama seseorang – tentunya selain sama orang tua kita sendiri. 😀

Regarding to that wish, I just found out something that is heart-melting! 💔 To be honest, I’ve been dealing with Quran since I was a kid, but just this time I came across the translation and tafseer of one ayaah in surah Asy-Syuura. Really, it’s such a heart-warming!

Akupun tersadar, bahwa selama ini ada sosok yang tak ada jedanya MENDOAKAN kita! Dalam keadaan terbangun ataupun tertidur, ternyata ada sosok yang mendoakan keselamatan akhirat kita tanpa henti ataupun bertepi. Yang melakukannya secara terus menerus dari duluuu sampai nanti kita sudah tak ada lagi di atas bumi. Terlebih lagi, dia melakukannya bukan karena haus perhatian atau caper, bukan pula agar di notice kita untuk di doakan balik. Ini sosok yang BENAR-BENAR TULUS… ;’(

Dan satu hal yang perlu kamu tahu, sosok ini TAK HANYA SATU, namun banyaaakkk sekalii!!! Bahkan aku yakin kamupun gak akan sanggup menghitung jumlah mereka!

Terhenyak..
Aku terbawa haru ketika membaca ayat ini dalam surat cinta-Nya yang berjudul musyawarah:

“Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Allah) dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tuhannya dan MEMOHONKAN ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(Asy-Syuraa: 5)

Sekarang, apa yang terlintas di benak kita ketika mendengar kata ‘malaikat’?
Makhluk yang paling mulia dan paling suci?
Yang tak jenuhnya bertasbih?
Selalu taat pada Allah?

BENAR! Sekarang bayangkan dengan akal yang jernih! Kita sedang dan akan terus di doakan oleh makhluk-makhluk yang suci itu.. yang sangat dekat hubungannya dengan Allah dan juga tak pernah durhaka pada perintah Allah! ;( Mereka menyatakan dua hal dalam doa mereka: #1 Kebesaran Allah (dengan bertasbih memuji) dan #2 kebaikan Allah yang tidak terbatas (untuk mengampuni penghuni bumi).

Aaah.. Adakah hal yang lebih romantis dari doa diam-diam ini?

Ketika kamu sedang belajar, bekerja, rebahan (sebagai kaum rebahan) dan sedang bermain socmed, ada doa – doa yang mengandung kebaikan yang terus mengalir dalam dirimu, doa-doa yang tulus  dan berulang-ulang untuk mengampuni dosa-dosamu, yang sengaja dilakukan maupun yang tidak..

INSIGHTS!
يُسَبِّحُونَ : Fiil Mudhari’ (Kata kerja yang menunjukkan kejadiaan yang sedang berlangsung atau akan berlangsung). Artinya menjadi ‘terus menerus bertasbih memuji.’

يَسۡتَغۡفِرُونَ : Sedang dan akan terus menerus memohonkan ampunan.

Dan sesungguhnya, ayat ini disempurnakan penjelasannya oleh ayat lain dalam surah Ghafir.

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), “Ya Tuhan Kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala.”

Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

dan peliharalah mereka dari kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung.”

Ghafir: 7-9

Jelaslah di sini bahwa yang dimohonkan ampunan itu adalah orang-orang beriman. Yang senantiasa bertaubat. Yang mau ngikut Allah. Yang rela hijrah ke jalan yang lebih baik. Tapi… bukankah kamu juga termasuk golongan ini? 🙂

Anyway, jika kamu mengamati dan bertanya-tanya tentang awal ayat 5 Asy-Syuura ‘kenapa langit hampir pecah’? Itu gak lain karena takut pada kebesaran Allah (sumber: Tafsir Ibn Kathir). Langit aja yang flawless, 7 lapis ngambang di udara tanpa penyanggah atau tiang, itu hampir pecah karena takut kepada kebesaran Allah. Seolah-olah syurga tertinggi aja hampir siap untuk hancur berkeping-keping oleh kemuliaan-Nya, yang lebih tinggi dari semua.

Terus kitaaaaa?
Yang kena debu aja langsung bersin-bersin dan kena virus yang tak kasat mata auto-sakit, berani mau nantang Allah? ;'(

Ohya, penjelasan kedua bahwa langit hampir pecah karena perkataan mereka adalah karena ada yang berkata bahwa Allah itu mempunyai anak (Maryam: 90-91). Mereka berani melawan Allah dengan kata-kata itu. Wallahi!! itu bukan perkataan yang spele! Malaikat aja jadi jijik mendengar sesuatu yang gak pantas terhadap Rabbnya. Gak ada satupun malaikat yang berani ngomong kaya gitu jadi pas denger itu, mereka udah nganggep itu kejahatan berat yang dilakukan di dunia, yang bisa memancing kemarahan Allah setiap saat. Makanya ayat itu juga diikuti doa malaikat yang mengandung ampunan untuk para penghuni bumi.

Balik lagi ke sosok yang memohon ampunan.
Jadi sekarang, di tengah wabah Covid-19 mematikan yang melanda dunia sampai ke pojok-pojoknya ini, kalaulah penduduk bumi (yang telah melupakan diri mereka sendiri dan Allah) gak juga meminta ampunan, ataupun gak juga terketuk untuk memohon ampunan pada Allah, tidak adakah rasa malu pada malaikat-malaikat yang saat ini berdoa agar kita terhindar dari siksaan dan diberi lebih banyak waktu untuk memperbaiki jalan hidup?

#dirumahaja
#intropeksi

close

Mau dapet Quranic Reflection dari Penulis ke Emailmu langsung?

Yuk Gabung! 😎

Udah ada 450+ Milenial seluruh Indonesia + Malaysia nih yang gabung! Masa iya kamu rela gak ikutan!

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

Next Post

7 TIPS on How to Stay Grateful and Positive

Mon Mar 30 , 2020
Kalau seandainya nih, kamu menjatuhkan barang di tempat umum, terus ada orang yang tiba-tiba mendekat dan membantumu membereskan barang itu. Apa hal yang paaliinnnggg minimal […]