Ibarat HP yang punya segudang feature, Al-Qur’an juga punya feature yang gak kalah menarik! I’ve to tell you this karena sering banget kita ngaji tapi gak ‘engeh’ atau ngelewatin fitur ini begitu aja! Fiturnya bukan kamera 50 MP. Bukan juga face detector yang bisa ngedeteksi muka orang shalih 😀 hehe. Penasaran itu apa? Stay with me TAPI yang serius yaaa bacanya — karena aku perlu diseriusin #eeh

Sumpah! Beneran! Aku gak bohong!

Nah kata di atas itu salah satu feature yang ada di Al-Qur’an, yaitu ‘Sumpah’. Siapa sih manusia yang gak pernah bersumpah? Gak usah jauh-jauh untuk hal-hal besar kaya di pengadilan – bagi terdakwa yang menyatakan gak bersalah. Tapi hal terkecil aja, misalnya kala dua manusia bertemu dan khilaf nge-gossip, pasti se-enggaknya bilang “Ih beneran! lu mah ga percaya gue! sumpah deh!” Kalau di Al Qur’an ini, penempatan sumpahnya macem-macem. Ada yang di awal surah, ada juga yang di tengah surah.

Before jumping further, kita bahas dulu fungsi sumpah. Itu buat apa sih?
1. Untuk MEYAKINKAN/validating your claim, kalau ada temen yang ragu sama pernyataan kamu.
2. Untuk MENEKANKAN poin yang akan kamu katakan.
3. Untuk NUNJUKKIN KEMARAHAN – contohnya: “I SWEAR, Kalau lu gak berhenti, gue akan… “
4. Untuk MENARIK PERHATIAN.

Terus kalau di Al Qur’an, masuknya fungsi yang mana? Ya jelas untuk grabbing your/listener attention dan mempersiapkan mentalmu untuk mendengar ‘pesan penting’ yang akan diucapkan. Kalau di Al Quran, sering banget sumpah-sumpah Allah itu berkaitan dengan ciptaannya (Misal bintang, bulan, laut, matahari, malam, siang, malaikat, waktu, dll). Dan setiap sumpah Allah itu berhubungan erat dengan pesan yang membuat iman kita ‘tersentuh’.

Sumpah yang akan kita bahas kali ini adalah sumpah di surah Al-Mursalat. Surah ke 77 Juz 29 – tetangganya An-Naba dan Al Insan.

وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا ﴿١
فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا ﴿٢
وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا ﴿٣

ٱلۡمُرۡسَلَـٰتِ sendiri artinya “yang dikirim/yang diutus” dan ‘urfa artinya kebaikan. Kalau yang di Qur’an terjemahan Indonesia, yang dikirim itu mengacu pada malaikat (Demi malaikat-malaikat yang diutus membawa kebaikan). Ada beberapa riwayat tentang apa yang dikirim: malaikat, Rasul atau angin. Tapi pendapat dari Ibnu Abbas di Tafsir Ibn Katsir dan di Tafsir Jalalayn, tertulis juga Shahih International, yang dikirim itu ‘angin’ — angin hembusan/angin sepoi-sepoi. Disini kita mengacu ke angin ya.

فَٱلۡعَـٰصِفَـٰتِ dari akar kata ‘aashifah artinya angin topan, angin ribut, badai. Sedangkan ‘asfaa dari akar kata ‘ashofa, artinya ribut, mengamuk, berhembus kencang. Jadi seluruhnya bermakna, “Demi angin yang terbang dengan kerasnya.” — Nah pas baca ini, kita bayanginnya tornado/angin topan/puting beliung yang sering ‘nyapu bersih’ perumahan manusia yang kokoh sampe tinggal tanah, yang serpihan puing-puingnya aja bisa kebawa satu mil jauhnya — kalau gak kebayang juga, coba buka Google image atau Youtube!

Perbandingannya, kalau di ayat pertama anginnya cuma sepoi-sepoi atau berhembus, ayat dua ini anginnya berpotensi destruction atau kerusakan yang parah. Lihat deh! Seakan-akan Allah itu ngingetin, angin yang selama ini kita kira cuma buat ngeringin jemuran dan ngademin badan, itu mempunyai kekuatan untuk bikin bumi ‘hancur’ – hanya dengan satu ciptaan Allah, yaitu angin.

Then, ٱلنَّـٰشِرَٲتِ artinya yang menyebarkan/yang mengamburkan/yang memerciki. Nasyraa artinya seluas-luasnya, sejauh-jauhnya. For this verse, we can refer to the wind that spread the rains to any areas He wills. Angin yang menggiring awan di ufuk langit dan menyebarkan hujan di area mana aja yang Allah kehendaki. Jadi 2 jenis distribusi angin yang lakukan: membawa hujan dan menghasilkan banyak kehidupan di bumi.

That’s the beautiful feature of the Qur’an. Allah seringkali menghubungkan gambaran fisik lewat kata atau sumpah untuk menarik perhatian pada kondisi spiritual kita. Disini, Allah mau ngingetin kita pake ‘angin’. Kalau Quran aja kita jarang baca, at least seharusnya angin udah bisa jadi reminder, jadi refleksi, jadi khutbah, jadi ceramah sendiri. Kalau kita buka jendela terus ada angin berhembus ke badan kita, sejatinya Allah is holding back something that ORIGINALLY MEANT to destroy. IMAGINE! Tapi Allah gak ngizinin bumi ini untuk hancur dengan angin. Terus Tornado/ Puting Beliung apa? Itu sengaja Allah ‘longgarin dikit’ buat ngingetin kita apa yang angin mampu lakukan. Kalau seandainya kita nantang Allah atau Nabi Muhammad untuk perang sama kita (minta siapin pasukan), Allah mah gaperlu cape-cape nyiapin pasukan. ‘DILEPASIN ANGIN’ aja kita udah ‘hancur’. Kalau Tornado (yang di TEXAS) dengan 2 menit bisa bikin bangunan tinggal remah-remah, gimana yang 7 malam berturut-turut kaya di surah Al Haqqah ayat 7?
Maha Dahsyat kemampuan Allah..

Isn’t this an incredible reminder for all human being?
Kita tahu manusia di dunia ini ada yang percaya Tuhan ada yang enggak, ada yang bahkan memaki dan menyumpahi Tuhan, ada yang nolak untuk sholat, ada muslim yang meragukan Al Quran, ada yang mengolok-ngolok Nabi Muhammad — human wih all manner, Allah knows exactly what they say and what they feel. Tapi apa? Despite of their rebellion, Allah tetep “HOLD THE WIND BACK”. Allah tetep “FEED US” dan GAK NGURANGIN jatah makanan di bumi. Allah tetep “LET OUR HEART BEATS”.

Ibaratnya, kita punya binatang peliharaan, terus udah kita kasih makan, rawat, kasih kandang yang bagus dan bersih, tapi ia tetep jahat sama kita ngegigit kita sampe berdarah. Terus sebagai majikan (yang jahat) kita kesel, kita taro ia di kandang, kita gak kasih makan dan taro di tempat panas untuk PERINGATAN (atau kalau Topeng Monyet, digituin biar ‘MAU NURUT’) sampai ia merendahkan dirinya dihadapan pemiliknya, kondisi sekarat. Nah, Allah as The Master, apakah IA berlaku begitu ke kita? NOPE! Allah itu Maha Lembut dan gak bikin kita ‘sekarat’ dulu untuk bikin kita taat, atau untuk ‘ngingetin’ hal A, B atau C. Tapi kitanya aja yang sering ngecewain Allah. Kitanya aja yang sering bandel ke Allah. Ya Allah.. #jadi-ngembeng-ngetiknya :((

Jadi, kalau nanti di akhirat kita mau alasan, “Enggak kok ya Allah, gak pernah ada yang dateng dan ngasih tahu aku di dunia. Gak ada sesuatupun yang bisa bikin aku mikir dan refleksi tentang tujuan kehidupan. Aku gak pernah dapet peringatan apa – apa. Aku tinggal di tengah hutan ya Allah, gak ada pengajian”. Allah can just reply “I sent you wind, didn’t I? That is ENOUGH of an excuse.” – angin aja satu, cukup sebagai peringatan.
Untuk yang mempunyai hati, gak perlu tuh diingatin keras pakai Neraka. Lihat aja apa yang ada sekitar kita dan renungkan. It’s enough!

Dan berapa banyak tanda-tanda (kebesaran Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling daripadanya.

Yusuuf: 105

So now, HUMBLE yourself to Allah. Obey HIM.. and whenever you find doubts, open Quran back and reflect His ayaah, reflect His creation. Nothing is ever created except for a purposefor the one who has heart and wants to ponder.

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Ali Imran: 191)

close

Mau dapet Quranic Reflection langsung dari Penulis ke Emailmu?

Yuk Gabung! 😎

Udah ada 350+ Milenial seluruh Indonesia + Malaysia nih yang gabung! Masa iya kamu rela gak ikutan!

Jangan Shalih Sendirian. SHARE:

7 thoughts on “Ketika ‘SUMPAH’ dan ‘ANGIN’ Bikin Kita Bergetar!

  1. I loved as much as you’ll receive carried out right here.
    The sketch is attractive, your authored material stylish.
    nonetheless, you command get boughut an edginess over that you wish be delivering the following.
    unwell unquestionably come further formerly again as exactly thee same
    nearly a lot often inside case you shield this increase.

  2. Have you ever thought about publishing an e-book or guest authoring on other websites?
    I have a blog based on the same ideas you discuss and would really like to
    have yyou share some stories/information. I know my subscribers would value
    your work. If you are even remotely interested, fwel freee to shoot me an e mail.

  3. I’m extremely impressed along with your writing talents and also with the structure for your weblog.
    Is this a paid topic or did you modify it yourself?

    Anyway stay up the excellent high quality writing, it is rare
    to see a nice blog like this one these days..

    1. Hi.. It’s never be paid on my blog. I do it all voluntarily for all of my friends and people out there. I’m not intended to make the Quran as a business, instead, it is an education and I love giving enlightenment to people. Thank you for the motivation 🙂

Comments are closed.

Next Post

Perspektif Qur'an: 1 Kunci Jalan Keluar Tiap Masalah

Mon Oct 28 , 2019
Karena merasa jadi ‘muslim senior’ (muslim sejak lahir atau udah lama hijrah), kadang kita suka ‘males’ review sama ayat-ayat yang udah pernah dihafal. Misal lagi […]